Ka. Subbag TU Kemanag Tanggamus Tekankan Urgensi Pengetahuan dan Kesadaran Hukum bagi Siswa Madrasah

16 September 2020, 10:31 WIB

Tanggamus (Humas) – Pengetahuan mengenai hukum adalah hal yang sangat urgen bagi para siswa. Salah satu penyebab siswa melakukan tindakan yang melanggar hukum adalah ketidaktahuan mereka bahwa perbuatan tersebut adalah tindakan yang salah dan dikategorikan melanggar hukum. Demikian disampaikan Kepala Subbag. Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanggamus, Muhamad Hasan Basri, S.Ag., M.Pd. pada sambutan Pembukaan Kegiatan Penerangan Hukum, Jaksa Masuk Sekolah di MAN 1 Tanggamus yang dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 15 September 2020.

“Sebagai contoh adalah perilaku bullying atau perundungan, frank dan hatespeech atau ungkapan kebencian. Siswa mungkin menganggap bahwa ini hanya semacam gurauan atau candaan, tapi secara yuridis ini ternyata punya konsekwensi hukum, demikian urainya.

“Kasus frank pemberian “sembako” sampah misalnya. Perbuatan yang dilakukan Youtuber Ferdian Paleka dkk. sebagaimana kita ketahui berbuntut pada pengaduan oleh masyarakat  dan penetapan pelanggaran pasal 45 ayat 3 Undang-undang Informasi dan Transkasi Elektronik tentang penghinaan atau pencemaran nama baik melalui informasi elektronik oleh pihak kepolisian,” demikian jelasnya lebih lanjut.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula MAN 1 Tanggamus dihadiri oleh sekitar 30 siswa yang merupakan perwakilan dari para siswa MAN 1 Tanggamus. Dalam kegiatan ini pihak MAN 1 Tanggamus menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19 secara ketat dengan mewajibkan peserta untuk memakai masker, cuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak sosial (social distancing).

Selanjutnya Hasan Basri yang didampingi Kepala MAN 1 Tanggamus, Bapak Drs. Nauval berharap agar dengan adanya penerangan hukum para siswa memiliki kesadaran bahwa hukum diadakan adalah untuk kepentingan para warga masyarakat sendiri, termasuk para siswa.

“Dalam pandangan Islam tujuan ditetapkan hukum oleh Syar’i adalah untuk mewujudkan kemaslahatan dunia dan akherat. Ada lima unsur pokok yang harus dipelihara dan diwujudkan oleh hukum yang merupakan sesuatu yang bersifat universal. Kelima unsur tersebut adalah memelihara agama (hifz al-diin), memelihara jiwa (hifz al-nafs), memelihara akal (hifz al-aql), memelihara keturunan (hifz al-nasb) dan memelihara harta (hifz al-maal),” demikian urainya.

Hasan Basri mencontohkan ketika Negara menetapkan Undang-undang Narkotika, maka sesungguhnya tujuannya adalah untuk memelihara/ melindungi jiwa, akal dan harta warganya, termasuk para siswa. Jadi hukum ditetapkan untuk kebaikan dan kedamaian warga negaranya.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Tanggamus yang diwakili oleh Kasi Intel, M. Riska Saputra, S.H., M.H. mengucapkan terima kasih kepada Drs. Nauval yang telah bersedia dan menyiapkan segala sesuatu demi terselenggaranya Kegiatan Penerangan Hukum, Jaksa Masuk Sekolah di MAN 1 Tanggamus. Beliau juga menjelaskan dasar kegiatan berupa Surat Keputusan Jaksa Agung RI Nomor: KEP-184/A/JA/2015 tanggal 18 November 2015 tentang Pembentukan Tim Jaksa Masuk Sekolah/ JMS Kejaksaan Republik Indonesia yang bertujuan mendukung Agenda Nawacita Ke-8 Pemerintah Indonesia, yakni: “Melakukan Revolusi Karakter Bangsa.”

Terakhir Hasan Basri berharap agar kegiatan Penerangan Hukum Jaksa Masuk Sekolah Tahun 2020 di MAN 1 Tanggamus dapat berjalan dengan lancar dan dapat memberi bekal pengetahuan dan kesadaran hukum bagi para siswa MAN 1 Tanggamus. Dengan dimilikinya pengetahuan dan keadaran hukum oleh para siswa tentunya dapat membantu proses pembentukan karakter anak bangsa yang berbasis hukum.

“Juga kami berharap para siswa akan semakin dekat dengan aparat kejaksaan, mengetahui tugas dan fungsi jaksa dalam penegakan hukum serta menjadikan penerangan hukum yang dilakukan aparat kejaksaan sebagai pedoman berperilaku para siswa, demikian pungkasnya. ( Erna/Ijal)

Berita Terkait