Dua Siswa Perwakilan MTs N 1 Lampung Selatan Presentasi Proposal Penelitian MYRES 2020 Tingkat Nasional

18 Oktober 2020, 11:44 WIB

Pengumuman Hasil Proposal Peserta Madrasah Young Researcher Super Camp (MYRES) Tingkat Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah Tahun 2020 telah digulirkan melalui akun resmi MYRES Direktorat KSKK Kementerian Agama Republik Indonesia. Dikutip dari Laman tersebut, Jumlah Pendaftaran Madrasah Young Researcher Super Camp (Myres) 2020 total ada 5.600 proposal yang didaftarkan. Jumlah ini terdiri atas 3.460 pendaftar dari jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan 2.140 jenjang Madrasah Aliyah (MA). Ada tiga bidang yang dilombakan di tiap jenjang, yaitu: riset Matematika, Sains, dan Pengembangan Teknologi (MTs 1.383 pendaftar, MA 859 pendaftar), riset Ilmu Sosial dan Humaniora (MTs 1.387 pendaftar, MA 846 pendaftar), dan riset Ilmu Keagamaan (MTs 690 pendaftar, MA 435 pendaftar).(18/10)

Dalam perjalanan panjang proses seleksi dari bulan Agustus-September 2020,  Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung melalui Bidang Pendidikan Madrasah menyampaikan tentang keterwakilan Kanwil Lampung dengan masuknya 6 Madrasah se-Provinsi Lampung, terdiri dari 3 Madrasah Aliyah; MAN 1 Mesuji, MAN IC Lampung Timur, dan MAN 1 Lampung Selatan selanjutnya 3 Madrasah Tsanawiyah; MTs N 1 Lampung Selatan, MTs N 1 Pringsewu dan MTs Mathla’ul Anwar Cintamulya, Lampung Selatan.

Guru pembimbing, Riyan Hidayat, menyampaikan bahwa dalam pendafaran Myres tahun 2020 ini kami mengangkat mengenai konflik sosial, judulpenelitiannya yakni, Sistem Bedol Desa: Refleksi Konflik Suku Bali Desa Balinuraga dan Suku Lampung Desa Agom Kabupaten Lampung Selatan. “Awalnya kami ragu untuk mengambil judul tersebut karena akan mengangat luka lama yang pernah terjadi disini, namun setelah kami pelajari bahwa ini sangatlah dibutuhkan bagi generasi selanjutnya terkait perihnya konflik horizontal tersebut, dan jika nantinya maju ke tahap selanjutnya, penelitian kami akan menjadi sebuah sebuah teori tentang sebuah kekurangan mengenai system bedol desa yang pernah menjadi sebuah program unggulan pemerintah Orde Baru yang jauh berbeda dengan sistem transmigrasi zaman kolonial Belanda,” kata Riyan.

Kemudian, “hari ini kita sudah melaksanakan kegiatan presentasi secara virtual, anak-anak sudah berjuang, kita serahkan semuanya kepada Allah S.WT agar masih diberikan kesempatan untuk masuk ke babak final ayng akan diumumkan pada sabtu depan,” imbuh Riyan.

Selanjutnya, Kepala Madrasah, Yayuk Dwi Wahyuni menyampaikan apresiasi kepada perjuangan siswa, Ananda M. Aden Darmawan dan Rizky Zildan yang sudah memberikan penampilan yang terbaik pada presentasi hari ini, madrasah sangat bersyukur atas pencapaian ini, dimana ini kali pertama kita ikut dan alhamdulilah diberi kesempatan masuk ke semi final. “Selain Ananda yang berjuang, saya mengapresiasi kerja tim guru pembimbing yang telah memberikan nasihat dan mempersiapkan presentasi secara teknis dan non-teknis, saya hanya dapat mendo’akan segala usaha bapak/ibu akan menjadi catatan amal yang ganjarannya dari Allah S.W.T, Madrasah Maju Adalah Madrasah yang Berprestasi!,” kata Yayuk. (Rey)

Berita Terkait