Pengawas Tanggamus Ikuti Bimtek Buku Kinerja Pengawas Berbasis Web

23 Oktober 2020, 19:22 WIB

Tanggamus (Humas) – Jumat (23/10/20) merupakan hari terakhir pelaksanaan Bimtek Buku Kinerja Pengawas Sekolah Berbasis Web. Kegiatan Bimtek ini diikuti oleh empat orang Pengawas Kemenag Tanggamus, yang merupakan kerjasama APSI-MICROSOFT dalam rangka membekali Pengawas Sekolah di Era New Normal. Pelaksanaan Bimtek selama lima hari dimulai dari Senin hingga Jumat  (19-23 Oktober 2020) secara  Online melalui media Zoom meeting.

Materi Bimtek ini diawali dengan Pengantar umum materi Buku Kinerja Pengawas Sekolah berbasis WEB, EDS dan SKP, Portofolio Digital berbasis WEB dan PTS PJJ, Pengembangan Profesi dan diakhiri dengan Penyusunan Buku, Karya Inovatif dan Makalah.

Pada pembukaan kegiatan ini Dr. Agus Sukoco, MM., Ketua Umum Asosiasi Pengawas Seluruh Indonesia (APSI)  menyampaikan bahwa menurut Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI), data per Juni 2020, sebanyak 70 persen pengawas sekolah belum mampu mengoperasikan aplikasi digital. Sisanya, 20 persen tergolong mampu, dan hanya 10% sudah mahir menggunakan aplikasi digital.Hal ini merupakan tantangan bagi kami organisasi profesi untuk terus mendorong teman-teman pengawas sekolah/madrasah.

Menurut Agus, besarnya jumlah pengawas sekolah/madrasah yang belum bisa menggunakan aplikasi digital disebabkan mereka berada di zona nyaman. Mereka terbiasa melakukan tugas dengan cara-cara konvensional hingga enggan mencoba hal baru. Di sisi lain pengawas sekolah/madrasah kurang aktif dalam organisasi profesi APSI. Akibatnya beragam informasi yang disiarkan melalui organisasi profesi tidak mereka ketahui.

Penyebab lain, kata Agus, kurangnya kesadaran pengawas sekolah dalam melakukan investasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Banyak pengawas merasa belum penting dan belum perlu menambah wawasan bidang teknologi. “Sehingga ketika masa pandemi ini mereka harus kita paksa melakukan investasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi,” tutur 

Pemateri Dr. Dyah Sulistiowati, M.Pd memaparkan bahwa Pengawasan akademik dan manajerial, juga pembinaan, pemantauan, penilaian, pembimbingan dan pelatihan tentunya wajib dirancang dalam kerja pengawas. “Ketika pengawas sekolah sudah menggunakan E-Pengawasan akan lebih memudahkan kerja penagwas. Berbeda di masa lalu, sering kali kesulitan mencari laporan kerja pengawas. Untuk pengembangan karier pengawas juga akan mudah dengan adanya portofolio digital.

Keberadaan aplikasi e-pengawasan juga merupakan bagian dari motivasi diri untuk transformasi kinerja. Karena memang perkembangan zaman menuntut perubahan kerja manual menjadi berbasis digital. Teknologi juga sudah terbukti mempermudah pekerjaan, walaupun  teknologi tidak bisa menggantikan peran pengawas sekolah. Tahun 2020 ini, harapannya semua pengawas terbiasa berbudaya digital dalam satu rumah virtuality ,” kata Dyah. (fariza/ijal)

Berita Terkait