Kabid PHU Lampung Ungkap Alasan Pembatalan Pemberangkatan Haji Tahun 2020 Dibatalkan

22 November 2020, 08:07 WIB

PHU Lampung (Humas) --- Haji berasal dari Bahasa Arab yaitu Hajj dan Hagg yang artinya ziarah adalah ziarah Islam tahunan ke Mekkah, kota suci umat Islam, dan kewajiban bagi umat Islam yang harus dilakukan setidaknya sekali seumur hidup mereka oleh semua orang Muslim dewasa yang secara fisik dan finansial mampu melaksanakan perjalanan dan dapat mendukung keluarga mereka selama ketidakhadiran mereka.

Dan haji juga merupakan salah satu rukun Islam, disamping syahadat, shalat, zakat, dan puasa. Haji juga merupakan pertemuan tahunan terbesar orang-orang di dunia, bahkan Indonesia. Oleh karena itu setiap pelaksanaan penyelenggaraan dan pemberangkatan ibadah haji selalu dinantikan oleh masyarakat Islam yang ada di Indonesia. Tetapi di Tahun 2020, pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji ada yang berbeda yaitu pemberangkatan jemaah haji dibatalkan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Drs. H. M. Ansori., M.Kom.I, saat memberikan materi dihadapan para Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dan Jemaah Haji Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (18/11) di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan.

Terkait dengan keputusan pembatalan pemberangkatan jemaah haji Tahun 2020, jelas Ansori, Pemerintah yaitu Kementerian Agama, khususnya Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, secara resmi telah mengumumkan pembatalan ini pada tanggal 2 Juni 2020 oleh Menteri Agama baik melalui zoom meeting maupun Youtobe Kementerian Agama Republik Indonesia.

Dengan adanya pembatalan keberangkatan jemaah haji, Menteri Agama Republik Indonesia, Fachrul Razi, mengeluarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan Pemberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441 H/2020.

Keputusan pembatalan keberangkatan ini cukup sulit diambil oleh Kementerian Agama Republik Indonesia namun harus dibatalkan dengan berbagai pertimbangan dan alasan yang matang, ujar Ansori.

"Apa saja pertimbangan dan alasannya sehingga haji tahun ini dibatalkan, saya akan mengungkapkan pertimbangan dan alasannya", ungkap Ansori.

"Pertama yaitu terjadinya wabah virus corona desease atau yang dikenal dengan Covid-19 yang terjadi diseluruh penjuru dunia pada akhir Tahun 2019. Bahkan virus ini sudah mulai masuk ke pelosok nusantara yaitu Indonesia dari awal Maret 2020 sampai dengan saat ini dan belum diketemukan vaksin atau obat penawarnya dalam menghilangkan virus ini di muka bumi. Oleh karena itu, demi kesehatan, keselamatan, dan keamanan jemaah haji memutuskan pemberangkatan haji tahun ini dibatalkan", ujarnya. 

Menurutnya, Pembatalan pemberangkatan jemaah haji ini bukan pertama kalinya bagi Indonesia yaitu pada Tahun 1892 yaitu terjadinya wabah penyakit kolera dan pada Tahun 1987 terjadinya penyakit meningitis.

"Kedua, Waktu Haji akan lebih lama karena karantina. Maksudnya adalah dengan kondisi pandemi virus corona sekarang ini, apabila penyelenggaraan dan pemberangkatan jemaah haji diselenggarakan maka memerlukan waktu ibadah haji yang akan lebih lama dari biasanya. Mengapa? Karena adanya waktu untuk karantina dan pengecekan bebas Covid-19 dan jemaah haji juga harus memiliki sertifikat bebas Covid-19", imbuhnya.

"Ketiga, Pemerintah tidak memiliki waktu untuk melakukan persiapan. Dengan terjadinya dan maraknya Covid-19, Arab Saudi tidak kunjung membuka akses bagi jemaah haji dari negara manapun. Hal ini membuat Pemerintah tiddak memiliki cukup waktu untuk melakukan persiapan utamanya dalam pelayanan dan perlindungan jemaah haji", tambahnya.

Selanjutnya, Ansori menyampaikan bahwa Calon jemaah haji yang batal berangkat pada tahun 2020 ini akan dikelola secara terpisah oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan jemaah haji akan memperoleh nilai manfaat hasil setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (bipih) diberikan penuh paling lambat 30 hari kerja sebelum pemberangkatan kelompok terbang (kloter) pertama  pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H/2021 M. 

Selain dana haji ini, paspor juga akan dikembalikan kepada calon jemaah haji yang akan batal berangkat Tahun 2020. Untuk Provinsi Lampung, Bidang PHU telah mengembalikan semua paspor jemaah haji yang ada di Bidang PHU. Bagi yang belum mendapatkan, mohon untuk melaporkan ke Seksi PHU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan dan Kemenag Kabupaten ini yang akan meneruskan ke Bidang PHU Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung.

Bidang PHU Kanwil Kemenag Provinsi Lampung juga sudah mendistribusikan Buku Manasik Haji ke para calon jemaah haji melalui Seksi PHU Kankemenag Kabupaten/Kota Se-Provinsi Lampung untuk dibagikan kepada jemaah haji secara langsung sebagai bekal dan pedoman dalam melaksanakan ibadah haji di Tahun 1442 H/2021 M. Bagi KBIHU dan calon jemaah haji yang belum juga mendapatkan buku manasik haji untuk segera melaporkan ke Kankemenag Kabupaten/Kota masing-masing atau ke Bidang PHU Kanwil Kemenag Provinsi Lampung.

Diakhir materinya, Orang Nomor Satu di Bidang PHU Kanwil Kemenag Provinsi Lampung berharap agar informasi ini dapat diteruskan dan dibagikan kepada KBIHU, masyarakat, khususnya calon jemaah haji secara baik, benar, akurat, dan akuntabel.(Anggithya Putri Senjaya)

Berita Terkait