Plt. Kepala Kankemenag Agama Kabupaten Lampung Utara Pimpin Upacara HAB Ke-75 Tahun 2021

05 Januari 2021, 16:27 WIB

Lampung Utara (Inmas). Selasa, 05 Januari 2021. Dalam rangka Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-75 Tahun 2021, Kementerian Agama Kabupaten Lampung Utara mengadakan Upacara Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Utara yang tetap menerapkan Protokol Kesehatan.  Selasa, 05 Januari 2021.

Pada upacara tahun ini, semua peserta upacara memakai pakaian baju putih, celana hitam dan Jilbab Putih Bagi Perempuan dan Peci Hitam untuk Laki-laki. Pakaian putih melambangkan kesucian, artinya untuk tahun 2021 semua Aparatur Sipil Negara diharapkan bisa bekerja dengan semangat baru dan penuh kesederhanaan. Upacara kali ini di ikuti oleh jajaran pejabat Kementerian Agama,mulai dari Kasi/Kagara,  Kepala KUA, Kepala MADrasah Negeri  dan ASN Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Utara.

Tampil sebagai Inspektur upacara Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Utara (H. Erwinto, M.Kom.I), Bertugas sebagai Pembaca UUD 1945 (Ruslinda), dan Pembaca Panca Pra Setya Korpri (Agus Sunarto) serta Pembawa Teks Pancasila (Upik Jupri) Bertugas sebagai Pemimpin Upacara (Untoro), sebagai Perwira Upacara (Andi Irawan), Petugas Do’a (Agus Taufikuurahman), Pengibar Bendera Merah Putih (Abdul Basid, Ayub Mursalim, Angka Rosita) dan sebagai MC (Sepputriyani).

Dalam amanatnya, Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Utara (H. Erwinto, M.Kom.I) yang didaulat membacakan sambutan Menteri Agama mengatakan di usia 75 Tahun Kementerian Agama, mari kita memaknai segala prestasi yang telah dicapai dan menempatkannya sebagai momentum untuk menebalkan niat dan motivasi dalam mencapai yang lebih baik lagi di masa mendatang. Kementerian Agama memberikan anugerah penghargaan dan apresiasi kepada seluruh elemen umat beragama tanpa membedakan satu sama lain, atas dukungan, sinergi dan kebersamaannya mengwal tugas-tugas Kementerian Agama. Peringatan Hari Amal Bhakti tahun ini mengusung Tema “Indonesia Rukun”. Tema ini sejalan dengan semangat nasional yang menempatkan kerukunan umat beragama seabagai salah satu modal bangsa ini untuk maju. Tanpa kerukunan, akan sukar menggapai cita-cita besar bangsa agar sejajar dengan bangsa lain di dunia.

Pengembangan toleransi dan kerukunan antar umat beragama merupakan karya bersama para Tokoh Agama, para Menteri Agama dan Aparatur Kementerian Agama dari masa ke masa. Tanpa toleransi, tidak ada kerukunan. Toleransi dan kerukunan antar umat beragama dilakukan dengan tanpa mengusik  akidah dan keimanan masing-masing pemeluk agama. Pengalaman membuktikan toleransi dan kerukunan tidak tercipta hanya dari satu pihak, sedangkan pihak lain berpegangan pada hak-haknya sendiri. Dewasa ini, kita mengembangkan moderasi beragama, agar toleransi dan kerukunan yang sudah ada lebih mengakar di dalam kehidupan sehari-hari bangsa kita.

Di negara yang berdasarkan Pancasila ini, tidak ada diktator mayoritas atau tirani minoritas. Dalam kaitan itu, semua umat beragama dituntut untuk saling menghormati hak dan kewajiban masing-masing, di mana hak seseorang dibatasi oleh hak-hak orang lain.  Pancasila adalah ideologi pemersatu yang merangkum nilai-nilai keindonesiaan sebagai bangsa yang beragama. Sila pertama dan utama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, meneguhkan identitas nasional sebagai bangsa yang beragama dan bermoral. Komitmen religius dan moralitas menjadi barometer apakah suatu bangsa dapat menjadi bangsa yang besar atau tidak. Sejalan dengan itu, tugas dan tanggungjawab sejarah bagi seluruh bangsa Indonesia adalah mengisi negara yang ber-Ketuhanan Yang

 

Dalam kesempatan ini, saya ingin mengingatkan  tentang semangat Kementerian Agama baru dan semangat baru dalam mengelola Kementerian Agama.  Semangat Kementerian Agama baru itu dapat diterjemahkan dengan beberapa kata kunci. Pertama, manajemen pelayanan dan tata kelola birokrasi yang harus semakin baik, termasuk di dalamnya pelayanan penyelenggaraan haji dan umrah, pendidikan agama dan keagamaan, serta pusat pelayanan keagamaan. Kedua, penguatan moderasi beragama. Salah satu penekanan moderasi beragama adalah pada penguatan literasi keagamaan, budaya toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan.  Ketiga, persaudaraan, yang meliputi merawat persaudaraan umat seagama, memelihara persaudaraan sebangsa dan setanah air dan mengembangkan persaudaraan kemanusiaan. Saya mengajak kita semua mari mengedepankan akal sehat dan hikmah/kebijaksanaan dalam menyikapi berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan saat ini maupun di masa-masa yang akan datang.

Sebelum mengakhiri sambutan ini Erwinto, berpesan kepada seluruh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Lampung Utara agar senantiasa menjaga marwah kementerian yang kita cintai sebagai organisasi yang sarat dengan nilai, kultur, dan tradisi baik, serta dapat beradaptasi dengan kemajuan zaman saat ini dengan kemajuan teknologi yang begitu cepat. (Rd/Sry).

Berita Terkait