Menag Tegaskan Agama Adalah Sumber Perdamaian Dan Kerukunan

14 Januari 2021, 21:11 WIB

Lampung, Kanwil Lampung (Humas) - Menteri Agama Republik Indonesia H. Yaqut Cholil Qoumas melakukan kunjungan kerja dalam rangka Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Kantor Wilayah Kementerian Agama serta Silaturahmi dengan Tokoh Lintas Agama Provinsi Lampung di Aula Pepadun, Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Kamis, 14 Januari 2021.

Hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya StafKhusus Menteri Agama Republik Indonesia, seluruh Pejabat pada Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, para Tokoh Lintas Agama, serta Kepala Kantor Kemenag Kabupaten / Kota se-Provinsi Lampung.

Saat memberikan arahan, Menag mengungkapkan rasa syukurnya karena bisa silaturahmi dengan para ASN dan sejumlah tokoh lintas agama di Provinsi Lampung.

"Kesempatan ini sebaiknya juga kita manfaatkan untuk berdoa agar pandemi segera berlalu supaya kita dapat beraktivitas seperti sedia kala. Selain itu, saya perlu menjelaskan mengenai vaksinasi yang menunjukkan bahwa pemerintah tidak main-main mengurus rakyatnya serta dalam rangka bukti kecintaan pemerintah kepada warga negaranya," kata pria kelahiran Rembang ini.

Harapannya, lanjut Menag, ekonomi dapat mengalami perbaikan kondisinya. Oleh sebab itu, jangan ragu dengan vaksin.

“Kita sudah mendapatkan fatwa dari MUI bahwa vaksin tersebut halal dan bebas dari najis. Program vaksinasi ini demi kebaikan kita semua, Mudah-mudahan ikhtiar lahir kita dapat dilihat dan didengarkan oleh Allah SWT. Sehingga Indonesia dapat segera terbebas dari Covid-19,” tutur Menag.

Selanjutnya, Menag mengajak semua pihak untuk memahami dengan benar makna dan fungsi agama. Yaitu agama sebagai sumber inspirasi kebaikan, karena dalam sejarahnya agama bisa digunakan untuk menciptakan perdamaian atau menjadi sebab konflik dan peperangan.

“Agama di Indonesia harus bisa menjadi sumber perdamaian, kerukunan, dan inspirasi kemajuan bangsa. Bukan dijadikan senjata politik atau memecah belah bangsa. Karenanya, mari kita jalankan ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing. Indonesia besar dan kuat karena perbedaan, baik suku, agama, ras, maupun golongan. Perbedaan ini adalah kekuatan hati kita,” ucapnya.

Menag menambahkan, sejak diberi amanah sebagai menteri ia telah bertekad bahwa Kementerian Agama ini untuk semua agama dan tidak hanya milik Umat Islam saja.

“Di masa bakti ini saya sudah bertekad jika Kemenag harus bisa menjadi milik semua agama dan harus dapat melayani kepentingan seluruh umat beragama. Semua harus dilayani dengan baik, karena keberagaman yang kita miliki adalah sebuah kekayaan,” jelasnya.  

Masih kata Menag, pihaknya akan mensosialisasikan Tiga Matra Utama. Diantaranya adalah Pelayanan, Moderasi, dan Persaudaraan.

“Tiga Matra ini jika diturunkan menjadi program maka akan menjadi banyak sekali. Oleh karena itu, kita akan bekerja keras agar seluruh jajaran dapat melayani masyarakat. Baik pelayanan dalam bidang pendidikan, umat beragama, serta tata kelola birokrasi,” paparnya.

Kemudian moderat ialah memegang teguh keyakinan yang kita miliki namun juga tidak boleh diskriminatif. Serta persaudaraan yang terbagi lagi menjadi tiga matra, yaitu Ukhuwah Islamiyah, Wathoniyah, dan Ukhuwah Insaniyah.

“Kunci terpentingnya adalah bagaimana kita mampu memanusiakan manusia. Mari kita bersama-sama mendedikasikan hidup, karir, dan waktu untuk kejayaan bangsa ini. Semoga pertemuan pada hari ini dapat menjadi awal dari semua perbaikan yang akan kita lakukan di masa yang akan datang,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Drs. H. Juanda Naim, MH mengucapkan selamat datang dan berterimakasih kepada Menag yang telah berkenan hadir pada kesempatan ini.

“Tentunya kehadiran Bapak dapat menjadi semangat dalam menjalankan tugas dan fungsi yang kami emban. Semoga Bapak sehat selalu serta mendapat berkah dan ridho dari Allah SWT,” sambutnya.

Ka. Kanwil memaparkan tentang program unggulan yang telah dicanangkan dalam rangka mendukung tugas dan fungsi Kemenag di Provinsi Lampung. Yakni penguatan moderasi beragama kepada seluruh ASN Kemenag, Siswa Madrasah / Santri Pondok Pesantren, Ormas Keagamaan, serta seluruh elemen masyarakat.

“Selain itu deradikalisasi dan penanaman jiwa nasionalisme pada Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Program Tilawah Al Quran pada Madrasah dan melanjutkan Program Tahfizul Quran, serta menggerakkan Kantor Kemenag Kabupaten / Kota untuk melaksanakan Bimbingan Manasik Haji Sepanjang Tahun,” rincinya.

Usai pembinaan dan silaturahmi, Menag kemudian menandatangani prasasti sebagai simbol diresmikannya Pembangunan Asrama SBSN MAN 1 Pesawaran dan MAN 1 Lampung Timur. (Okta Kusuma Jatha / Abdul Aziz)

Berita Terkait