Juanda : Penyuluh Agama Sebagai Garda Terdepan Kementerian Agama

22 Februari 2021, 15:41 WIB

Lampung (Humas) -- Penyuluh Agama adalah seorang yang diberi tugas, tanggungjawab dan wewenang  oleh Pemerintah untuk melaksanakan bimbingan keagamaan, penyuluhan pembangunan melalui bahasa agama kepada kelompok sasaran.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Drs. H. Juanda Naim, M.H, saat memberikan sambutan sekaligus arahan kepada Peserta Pembinaan Pembinaan Penyuluh Agama Kristen Non Pegawai Negeri Sipil, hari ini (22/2) di Emersia Resort & Hotel, Bandar Lampung.

Juanda, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa Penyuluh agama merupakan ujung tombak kementerian agama dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pembinaan uamt beragama demi peningkatan kualitas kehidupan keagamaan. Selain itu juga, penyuluh agama berposisi sebagai garda terdepan dalam pembinaan kerukunan umat beragama.

Kegiatan kepenyuluhan yang berorientasi pada pelayanan pembinaan keagamaan bagi masyarakat seluas mungkin adalah upaya untuk memberikan kualitas pemahaman wawasan keagamaan, dan pengembangan pusat-pusat edukasi wawasan keagamaan masyarakat melalui pembentukan kelompok-kelompok binaan.

"Melihat dan orientasi pelayanan pembinaan keagamaan ini, Penyuluh Agama Kristen harus bersinergi dalam menjaga toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Penyuluh agama juga harus berperan serta dalam pembinaan umat dan berharap memoderasi diri dalam beragama yakni contoh perilaku anti radikal, pengembangan moderasi beragama dan pembangunan akhlak bangsa", ujar Juanda.

"Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Penyuluh Agama Kristen harus mempunyai gebrakan program untuk menyejukkan masyarakat. Untuk itu, diharapkan kerjasama seluruh penyuluh agama Kristen Se-Provinsi Lampung agar dapat membuat program tersebut dengan baik", imbuhnya.

Juanda mengungkapkan bahwa demi suksesnya pembangunan, penyuluh agama berfungsi sebagai pendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan, ikut serta mengatasi berbagai hambatan yang mengganggu jalannya pembangunan, khususnya mengatasi dampak negatif, melalui  penyuluhan agama dan pembinaan kepada masyarakat dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh mereka.

Salah satu tugasnya adalah mensosialisasikan gerakan 5 M kepada masyarakat ditengah maraknya pandemi Coronavirus atau yang dikenal dengan Covid-19. Makna gerakan 5 M protokol kesehatan adalah sebagai pelengkap aksi 3 M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

"Saya berpesan untuk kita semua agar tetap selalu mentaati protokol lesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah dan petugas kesehatan dimanapun kita berada", pesan Kakanwil Kemenag Lampung saat menutup arahan dan sambutan.(Anggithya/Okta Kusuma Jatha)

Berita Terkait