MTs Negeri 2 Lampung Selatan Menerima Kunjungan Generasi Digital Indonesia

01 Maret 2021, 19:24 WIB

LAMPUNG SELATAN - Halo Sobat Madrasah! Pagi tadi MTs Negeri 2 Lampung Selatan kedatangan tamu dari Generasi Digital Indonesia atau lebih disingkat sebagai GDI untuk bersosialisasi terkait cara kerja integrated system smart school (ISSCO). Dalam kunjungannya, Aiza Nabila Hasan yang mewakili dari GDI menyampaikan, "Dalam dunia pendidikan sudah dirasakan perlua adanya pergeseran dari konvensional menjadi digitalisasi. Sehingga proses berjalannya pendidikan akan bersinergi antara unsur-unsurnya dan akan menjadi semakin cepat atau meleburnya faktor 'ruang dan waktu'. Maka perlulah dikembangkan suatu sistem untuk sekolah yang terintegrasi antara seluruh unsur entitasnya. Dengan memanfaatkan 6 aspek, yaitu critical thinking (berpikir kritis), communication (komunikasi), collaboration (kolaborasi/kerjasama), creativity (kreativitas), big database (basis data besar), dan cyber system dengan menerapkan 8 Standar Nasional Pendidikan."

Terlebih pada abad ke-21 ini, pendidikan menjadi semakin penting untuk menjamin peserta didik memiliki keterampilan belajar dan berinovasi, keterampilan menggunakan teknologi dan media informasi, serta dapat bekerja, dan bertahan dengan menggunakan keterampilan untuk hidup (life skills). Abad 21 juga ditandai dengan banyaknya (1) informasi yang tersedia di mana saja dan dapat diakses kapan saja; (2) komputasi yang semakin cepat; (3) otomasi yang menggantikan pekerjaan-pekerjaan rutin; dan (4) komunikasi yang dapat dilakukan dari mana saja ke mana saja.

Sementara itu Bapak Jazuli, S.Ag. sebagai Waka Bidang Humas MTs Negeri 2 Lampung Selatan menyambut baik kunjungan yang dilakukan oleh Generasi Digital Indonesia. Lebih lanjut, beliau mengatakan "Ini merupakan sebuah sistem yang baik dan perlu adanya sosialisasi dengan guru dan juga murid agar kita dapat menciptakan SDM yang mempunyai kemampuan dalam dunia teknologi, terlebih kita di masa daring/online ini dituntut untuk bisa menggunakan teknologi sebagai bahan proses pembelajaran". (CYBER 02)

Berita Terkait