KaKanwil Bangga Pada Pembangunan RIMA ITERA

07 April 2021, 19:26 WIB

Lampung, Kanwil Lampung (Humas) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Drs. H. Juanda Naim, M.H, menghadiri Groundbreaking Pembangunan Rumah Ibadah Multi Agama (RIMA) Institut Teknologi Sumatera (Itera), Rabu, 7 April 2021.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Biro Umum dan Akademik ITERA, Ketua Jurusan Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan, Badan Pengelola RIMA ITERA, Pembimbing Masyarakat, Perwakilan FKUB Provinsi Lampung, Keluarga Mahasiswa, Dosen dan Tenaga Kependidikan ITERA, serta sejumlah kontraktor.

KaKanwil menyatakan sangat berbahagia karena bisa hadir secara langsung di tengah-tengah keluarga besar ITERA sekaligus menyaksikan bahwa ada perguruan tinggi yang peduli pada program Kementerian Agama.

“RIMA ini merupakan bagian perwujudan dari program utama Kementerian Agama, yakni moderasi beragama. Walau kita ketahui bahwa ITERA masih berusia sangat muda, tetapi sudah dapat memberikan contoh yang menggambarkan bahwasanya civitas akademikanya sadar mengenai keberagaman suku, bangsa, ras, dan agama,” ujar KaKanwil.

KaKanwil melanjutkan, Kementerian Agama bukanlah suatu organisasi keagamaan, melainkan membawahi dan menaungi enam agama yang ada di Indonesia.

“Oleh karenanya, Menteri Agama saat membuka rapat kerja nasional kemarin mengatakan bahwa Kementerian Agama harus menjadi contoh yang dapat melibatkan seluruh unsur agama. Misalnya doa, dalam setiap acara harus ada enam orang pemimpin doa dari agama yang berbeda,” ungkapnya.

KaKanwil menyebutkan, pihaknya ingin expose jika RIMA ini sudah selesai dibangun. Bahwa ada kampus di Provinsi Lampung yang dapat mencerminkan implementasi dari program moderasi beragama.

“Bahwa Provinsi Lampung sebagai gambaran Indonesia mini sudah menerapkan dari program Kementerian Agama RI. Yakni sebagai sampel keberanekaragaman agama, maka akan sangat kita banggakan dan coba kita expose di Pemerintah Daerah. Karena ini merupakan sumbangsih besar ITERA dan mudah-mudahan dapat diikuti oleh kampus lainnya. Kami atas nama seluruh keluarga besar Kementerian Agama Provinsi Lampung menyampaikan ucapan selamat pada pembangunan dan pengelolaan RIMA ini,” ucapnya.

Selanjutnya, Rektor ITERA Prof. Ir. Ofyar Z Tamin, M.Sc, Ph.D, IPU memaparkan jika pembangunan RIMA berawal dari niat mulia yang dirasakan bahwa pihaknya mempunyai kewajiban menerima mahasiswa baru setiap tahunnya.

“Kami menerima mahasiswa yang dititipkan oleh para orang tua dengan waktu sangat terbatas, yakni hanya delapan semester. Kami melihat, dasarnya dari situ. Para mahasiswa hanya delapan semester untuk dapat hard skill dari bagku kuliah. Sehingga kami sangat yakin jika mahasiswa diberikan hard skill dan soft skill nantinya dapat bermanfaat di dunia kerja dalam konteks pembinaan karakter. Kami ingin para lulusan yang bekerja diluar nantinya memiliki niat yang baik, karena waktu paling krusial itu ada di tingkat satu. Maka kami bekali dengan soft skill hidup di asrama, sehingga diharapkan dapat menciptakan kehidupan beragama yang baik dengan menerapkan toleransi beragama. Agar mencetak para lulusan yang kuat dalam menegakkan kerukunan umat beragama,” paparnya. (Okta Kusuma Jatha / Saryono)

Berita Terkait