Tutup Rakernas Kementerian Agama tahun 2021, Wamenag : Perkuat Moderasi Beragama dan Percepat Transformasi Layanan Publik.

07 April 2021, 20:19 WIB

Lampung (Humas) -- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Drs. H. Juanda Naim, M.H, bersama Kepala Kantor Kemenag kab/kota se-Provinsi Lampung didampingi oleh Kepala Subbagian Organisasi Tata Laksana dan Kerukunan Umat Beragama, Alifah, S.Sos.I., M.Kom.I, mengikuti Penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama Tahun 2021 secara virtual, Rabu (7/4).

Acara yang ditutup oleh Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Drs. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si, didampingi Kepala Biro Organisasi Tata Laksana Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Priyono, S.Pd. M.Pd, dan diikuti oleh Pejabat Eselon I dan II di Lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi dan peserta Rakernas Kementerian Agama Se-Indonesia Tahun 2021.

Dalam laporannya, Priyono mengatakan bahwa Rakernas Kementerian Agama Tahun 2021 dilaksanakan selama tiga hari yang dimulai pada hari Senin sampai dengan Rabu, 5 sampai dengan 7 April 2021. Panitia yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 75 orang dan diikuti oleh 715 orang peserta Se-Indonesia.

Priyono menambahkan bahwa pelaksanaan Rakernas Kementerian Agama Tahun 2021 dilaksanakan dengan menggunakan platform digital melalui hybrid meeting yaitu berbagai dapat luring yang tersebar di berbagai lokasi di daerah digabungkan melalui fasilitas daring yang terpusat pada server di Jakarta yang dikelola oleh tim solid dari Biro Humas, Data dan Informasi. Pola kehadiran ini dalam kelas ini harus memenuhi protokol kesehatan dalam rangka pencegahan Covid-19 dimana peserta yang hadir di H. M. Rasyidi ini harus melalui tes sinus dan dibekali berbagai peralatan standar pencegahan Covid-19 bahkan setiap pelaksanaan kegiatan dilakukan penyemprotan disinfektan pada waktu malam hari.

Selanjutnya, Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Drs. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si, mengawali sambutannya mengatakan bahwa selama tiga hari, kita mengikuti Rapat Kerja Nasional Kementerian Agama Tahun 2021 yang membahas agenda penting yaitu penguatan moderasi beragama, penyederhanaan tata kelola organisasi, manajemen kinerja, akselerasi layanan berbasis digital dan program prioritas pencapaian visi misi Kementerian Agama.

Rakernas ini sebagai ikhtiar untuk peningkatan kinerja kita dan lebih khusus sebagaimana amanat Menteri Agama yaitu mendukung program moderasi beragama dan percepatan transformasi layanan publik tata kelola pemerintahan yang bersih melayani di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kementerian Agama terus mengkampanyekan program moderasi beragama dan kita patut berbangga karena program moderasi beragama sudah menjadi program nasional yang tertuang dalam RPJMN Tahun 2020-2024. Moderasi beragama menjadi solusi antara dua kutub ekstremitas beragama.

Berkaitan dengan percepatan transformasi layanan publik, menurutnya, sangat penting dikarenakan bahwa sebagai pelayan publik, kita dituntut untuk fokus melayani publik atau masyarakat Indonesia. Sebagai pelayan yang baik itu harus dapat memahami apa yang menjadi kebutuhan dan harapan masyarakat sekaligus kita dituntut untuk melaksanakan kewajiban yang telah melekat sebagai ASN Kementerian Agama sesuai dengan peraturan yang ada.

Oleh sebab itu, eksistensi kita sebagai pelayan publik di Kementerian Agama harus terus hidup dengan memahami konteks sekaligus menjadi teladan dari konteks tersebut.

"Sebagai aparatur sipil negara, seringkali kita berhadapan dengan penilaian yang bias terhadap manajemen kinerja yang dihasilkan. Oleh sebab itu, saya mendorong agar setiap kebijakan yang kita hasilkan berbasis bukti objektif. Sebagai kementerian yang turut mengawal tujuan pendidikan nasional, kita memiliki sumber daya manusia berlimpah yang dapat mendorong untuk menghasilkan", ucapnya.

"Di era informasi, data, dan informasi, akselerasi digitalisasi layanan sesungguhnya adalah bagian dari kita untuk mendukung komunikasi yang efektif baik dalam proses-proses yang terkait eksternal yaitu kepada masyarakat maupun internal di dalam organisasi Kementerian Agama. Oleh karena itu, akselerasi digitalisasi layanan semestinya menjadi bagian dari semangat dan upaya Kementerian Agama melakukan peningkatan kinerja secara berkelanjutan melalui semangat transparansi, akuntabilitas, dan memperbaiki setiap ketidaksesuaian dengan persyaratan yang kita temukan", pungkasnya.

Acara penutupan Rakernas ditandai dengan Penandatanganan dan Penyerahan Berita Acara Rakernas oleh Pejabat Eselon I, pelepasan tanda peserta serta penyerahan sertifikat peserta Rakernas.(Anggithya/Rizki)

Berita Terkait