Kanwil Kemenag Lampung Pantau Rukyatul Hilal Awal Ramadhan 1442, Ini Rincian Hasilnya

13 April 2021, 05:34 WIB

Lampung (Humas) -- Menjelang datangnya bulan suci umat Islam, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung melaksanakan pemantauan Rukyatul Hilal Awal Bulan Ramadhan Tahun 1442 H/2021 M, Senin (12/4) di POB Bukit Gelumpai Pantai Canti, Rajabasa, Kalianda Kabupaten Lampung Selatan.

Pemantauan yang dipimpin oleh Kepala Bidang (Kabid) Urusan Agama Islam, Drs. H. Jamaluddin, M.M, mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Drs. H. Juanda Naim, M.H. dengan dihadiri oleh oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Lampung, Drs. H. A. Choli S, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan, H. Ashari, S.E, Pejabat di lingkungan Kankemenag Lampung Selatan, Kepala Subbagian Umum dan Humas Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, dr. H. Indri Hapandi, Para Hakim dan Panitera Pengadilan Agama Kalianda, Tim Hisab Rukyat Provinsi Lampung, Ketua Majelis Ulama (MUI) Kabupaten Lampung Selatan, Camat Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan, Organisasi Masyarakat, serta para tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Cholil mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung yang telah menyelenggarakan pelaksanaan rukyatul hilal sebagai agenda rutin setiap tahunnya dalam menentukan awal bulan Ramadhan, satu syawal, dan 10 Dzulhijjah.

Dikarenakan rukyatul hilal menjadi agenda rutin setiap tahunnya, semoga di tahun-tahun mendatang dalam pelaksanaannya bisa lebih baik lagi dari tahun ini maupun tahun-tahun sebelumnya.

Dalam pelaksanaan ini, kami selaku tuan rumah harus menerapkan protokol kesehatan, hal ini dilaksanakan dalam rangka mencegah terjadi merebaknya Covid-19.

Selanjutnya, Jamaluddin menyampaikan bahwa pelaksanaan rukyatul hilal ini merupakan salah satu instruksi Menteri Agama dimana setiap menjelang awal bulan Qamariah, khususnya Awal Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah, Kementerian Agama selalu mengadakan kegiatan rukyatul hilal serempak di Indonesia. Dan kegiatan ini juga dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan dikarenakan belum berakhirnya wabah Coronavirus Disease atau dikenal Covid-19 di tengah-tengah kehidupan masyarakat Indonesia, bahkan dunia.

"Sebagai Kementerian yang mempunyai tugas menangani masalah penentuan awal bulan besar Islam, Kementerian Agama menggunakan sarana sidang itsbat sebagai metode penentuan awal bulan berdasarkan kriteria imkan rukyah dimana kegiatan yang diadakan setiap tanggal 29 Akhir bulan Hijriyah menjelang datangnya Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah dengan tujuan menetapkan tibanya awal bulan-bulan tersebut berdasarkan laporan Kantor Kementerian Agama Se-Indonesia", tutur Jamal.

"Untuk Ramadhan Tahun 1442 H/2021 M, berdasarkan sumber hisab rukyat Kementerian Agama Republik Indonesia terdapat 86 lokasi pemantauan hilal Se-Indonesia. Adapun pelaksanaan kegiatan rukyatul hilal di Provinsi Lampung diadakan di tiga tempat yaitu POB Bukit Gelumpai Pantai Canti, Rajabasa Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Pantai Labuhan Jukung, Pesisir Barat dan di Kampus Institut Teknologi Sumatera (ITERA)", jelasnya.

Menurut perhitungan untuk awal bulan Ramadhan 1442 H/2021 M dari POB Bukit Gelumpai Pantai Canti Rajabasa Kalianda Kabupaten Lampung Selatan yang berada di 05⁰47' Lintang Selatan dan 103⁰35' Bujur Timur dengan ketinggian tempat 93 M DPL, matahari terbenam pada Pukul 17:59.24 WIB dimana hilal terbenam pada Pukul 18:14.42 WIB dengan azimut matahari 278⁰46'58,81" dan azimut bulan 277⁰20'44,09"
dan dihasilkan data ketinggalan hilal Ramadhan 03⁰49'31,62 dan lama hilal di atas ufuq 5 m 18,11 d serta letak dan posisi hilal berada di sebelah utara matahari.

Dari pantauan tersebut, diperoleh bahwa Hilal yang berada di POB Bukit Gelumpai Pantai Canti Rajabasa Kalianda Lampung Selatan tidak terlihat atau tidak tampak dikarenakan tertutup awan.

Hasil pengamatan hilal ini akan dilaporkan secara langsung melalui sambungan telepon kepada petugas di pusat bersama dengan laporan-laporan dari seluruh Provinsi di Indonesia untuk dijadikan acuan dalam sidang isbat. Selanjutnya Menteri Agama akan menetapkan kapan jatuhnya awal Ramadhan berdasarkan keputusan dari sidanh isbath (penetapan) tersebut.

Untuk mengetahui kepastian pelaksanaan awal bulan Ramadhan Tahun 1442 H/2021 M masih menunggu kepastian dari sidang isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dan disampaikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia.(Anggithya/Riko/Saryono)

Berita Terkait