Kabag TU Lampung Ikuti Kegiatan Koordinasi Penyusunan Perjanjian Kinerja Kementerian Agama Tahun 2021

03 Mei 2021, 18:52 WIB

Lampung (Humas) -- Kepala Bagian Tata Usaha, Drs. H. Marwansyah, mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung mengikuti Kegiatan Koordinasi Penyusunan Perjanjian Kinerja Kementerian Agama Tahun 2021, Senin (3/5) secara virtual.

Acara yang digagas oleh Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia dibuka secara resmi oleh Menteri Agama Republik Indonesia, KH. Yaqut Cholil Qoumas, didampingi Wakil Menteri Agama, Drs. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si, dan Sekretaris Jenderal, Prof. Dr. H. Nizar Ali, M.Ag.

Dalam laporannya, Nizar Ali menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan komitmen pimpinan dalam meningkatkan akuntabilitas kinerja Kementerian Agama, menciptakan koordinasi, sinkronisasi, dan sinergi antara satuan kerja dengan satuan kerja daerah di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia dan perjanjian kinerja serta memantau pencapaian kinerja secara berkala dalam mendukung reformasi birokrasi Kementerian Agama.

Kegiatan ini, tambahnya, akan berlangsung selama satu hari pada tanggal 3 Mei 2021 dengan jumlah peserta 1064 orang peserta yang terdiri dari pejabat eselon 1 tatap muka, rektor, ketua PTKIN, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, kepala balai Diklat dan Litbang, Kepala UPT Asrama, Kepala Unit Pencetakan Al-Quran, Sekretaris Baznas dan Kepala Madrasah, Satuan Pendidikan Keagamaan Negeri melalui virtual dan Perwakilan Kementerian/Lembaga lainnya.

"Perjanjian kinerja merupakan salah satu tahapan dalam mewujudkan penyelenggaraan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang wajib dilaksanakan Kementerian/Lembaga sebagaimana amanat Peraturan Presiden nomor 29 tahun 2014 tentang sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Perjanjian kinerja juga merupakan lembar atau dokumen yang berisikan penugasan penugasan dari pimpinan yang lebih tinggi kepada pimpinan yang lebih rendah untuk melaksanakan program kegiatan yang disertai dengan indikator kinerja", bebernya.

"Kementerian Agama bertekad untuk meningkatkan nilai akuntabilitas kinerja dengan capaian yang pernah kita raih tahun 2019 yaitu 70,52 dan nilai Reformasi birokrasi sebesar 70, 06. Hal ini tentunya akan terus kita tingkatkan dengan beberapa langkah seperti berikut aspek pemenuhan dokumen sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dengan menyusun Renstra dan perjanjian kinerja satuan kerja. Keterlibatan pimpinan dalam penyusunan dokumen ini sangat diperlukan agar target kinerja yang diperjanjikan setiap tahunnya dilaksanakan secara optimal, aspek revolt dengan melakukan penggunaan anggaran efektif dan efisien guna tercapainya tujuan dan sasaran Kementerian Agama tahun 2020-2022, aspek penguatan kan aplikasi akuntabilitas kinerja yang dikenal dengan nama sistem informasi performa Kementerian Agama (SIKKA) sebagai alat monitoring kinerja sehingga menghasilkan efektivitas dan efisiensi penganggaran, dan aspek pemberian reward and punishment hasil capaian kata monitoring perjanjian kinerja akan menjadikan dasar sebagai pemberian reward dan punishment bagi organisasi", imbuhnya.

Selanjutnya Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas, mengatakan bahwa kegiatan koordinasi penyusunan perjanjian kinerja ini sangat tepat dilakukan dalam menetapkan langkah strategis yang akan dilakukan sampai akhir tahun nanti melalui perjanjian kinerja. Melalui perjanjian kerja akan terwujud komitmen penerima amanah dan kesepakatan antara penerima dan pemberi amanah atas kinerja terukur tertentu berdasarkan tugas, fungsi, dan wewenang, serta sumber daya yang tersedia perjanjian kinerja menteri agama dan pejabat di Kementerian Agama harus menjadi awal kinerja yang tuntas tidak sekedar tanda tangan di atas kertas perjanjian tetapi target apa yang sudah ditentukan tersebut harus direalisasikan dengan keteguhan hati, komitmen, dan tanggung jawab.

Potret kinerja yang terdiri dari 13 sasaran strategis atau SS Kementerian Agama pada tahun 2020 sudah tercapai sebesar 94, 72% dengan kategori baik. Kementerian Agama juga selama 4 tahun berturut-turut yaitu tahun 2016, 2017, 2018, dan 2019 mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian dari Badan pemeriksa Keuangan (BPK) atas capaian laporan keuangan Kementerian Agama (LKKA). Selain itu indeks reformasi birokrasi yang menunjukkan kenaikan setiap tahunnya menunjukkan bahwa Kementerian Agama telah berkomitmen dan on the track dalam melakukan pembenahan birokrasi secara berkala pada satuan kerja yang hirarkis ini.

Dari sisi kinerja anggaran tahun 2020, Kementerian Agama juga telah merealisasikan 96, 33% dari anggaran yang telah diamanahkan. Persentase serapan anggaran tersebut menempatkan Kementerian Agama berada pada peringkat ketiga serapan tertinggi Kementerian/Lembaga dengan APBN terbesar. Selanjutnya tahun 2021, Kementerian Agama memiliki tujuh kebijakan prioritas yaitu penguatan moderasi beragama, transformasi digital, revitalisasi KUA, Cyber Islamic University, kemandirian Pesantren, religiousity index dan tahun toleransi. 7 kebijakan tersebut tentunya perlu dilaksanakan secara sinergi dengan program dan kegiatan yang sudah ditetapkan pada Renstra 2020-2024 dalam mewujudkan visi yang sudah ditetapkan tentunya kebijakan-kebijakan yang sudah ditetapkan tersebut dilakukan dengan nilai dan semangat baru Kementerian Agama yang dimiliki oleh kita semua.

"Saya berharap para pimpinan unit eselon 1 di bawah komando sekretaris jenderal mulai besok dapat memulai melakukan penyusunan program dan kegiatan yang tidak hanya secara spesifik merupakan kebijakan dan prioritas Kementerian serta direktif menteri namun juga secara umum dapat meningkatkan kontribusi kementerian agama dalam pembangunan nasional. Prinsip akuntabilitas, efektivitas, dan efisiensi, serta profesionalitas dan inovasi, serta ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan dalam peraturan Menteri Keuangan tetap menjadi prinsip dan dasar bagi kita semua dalam penyediaan dokumen anggaran Kementerian Agama yang berkualitas", tandasnya.

Usai mengikuti kegiatan tersebut, Marwansyah mengatakan bahwa dirinya merasa senang telah mengikuti acara tersebut karena dapat menambah wawasan sebagai bekal dalam menjalankan tugas kedepannya untuk menjadi lebih baik lagi dan hasil yang diperoleh dalam kegiatan ini akan dirinya sampaikan kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung serta akan menindaklanjuti hasil dalam kegiatan ini.(Anggithya)

Berita Terkait