Farid Ikuti Rapat Koordinasi Nasional Penanganan Covid-19

05 Mei 2021, 04:31 WIB

Gunung Sugih (Humas) -- Kepala kantor Kementerian Agama Lampung Tengah, H. Farid Wajedi, S. Ag., M. Kom. I., mengikuti rapat koordinasi Nasional penanganan Covid-19 yang diselenggarakan oleh Menteri dalam Negeri Tito Karnavian melalui virtual meeting di Nuwo Balak (03/05). 

Rapat yang diadakan di Jakarta Pusat ini, dihadiri beberapa kementerian/lembaga serta dinas-dinas yang ada dikabupaten Provinsi.

"Pada pagi hari ini kita akan melakukan rapat koordinasi berkaitan dengan penanganan Covid-19," ujar Tito saat membuka rapat koordinasi.

Tito meinstruksikan kepada seluruh Lembaga, terutama Kabupaten provinsi untuk melakukan pendekatam kepada masyarakat terkait dengan aturan peniadaan mudik, serta pelaksanaan ibadah dilaksanakan dirumah. Kegiatan yang mengundang potensi kerumunan hendaknya dihindari guna menjaga keselamatan kita semua.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, diintruksikan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan keterlibatan aktif dalam mencegah dan mengatasi aktivitas publik yang dapat mengganggu ketenteraman dan ketertiban masyarakat, berkumpul atau kerumunan masa di fasilitas umum, fasilitas hiburan (pusat perbelanjaan dan restoran), tempat wisata, dan fasilitas ibadah selama bulan Ramadan dan Idulfitri. 

Sementara Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas memaparkan bahwa Kementerian Agama sudah mensosialisakan surat edaran terkait penanganan covid jelang idul fitri.

"Surat Edaran ini bertujuan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan protokol kesehatan, sekaligus untuk mencegah, mengurangi penyebaran dan melindungi masyarakat dari risiko COVID-19 melingkupi berbagai kegiatan ibadah yang disyariatkan dalam bulan Ramadan dan dilakukan bersama-sama atau melibatkan banyak orang," ucap Yaqut.

"Shalat fardu lima waktu, shalat tarawih dan witir, tadarus AlQur'an, dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas masjid/mushala dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman 1 meter antar jamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing, engajian/Ceramah/Taushiyah/Kultum Ramadan dan Kuliah Subuh paling lama dengan durasi waktu 15 (lima belas) menit, peringatan Nuzulul Qur'an di masjid/mushala dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat," paparnya.

Diakhir paparannya Yaqut menyampaikan bahwa Kementerian Agama sudah mensosialisasikan dan menginstruksikan kepada seluruh jajaran yang ada dikemenag provinsi dan kabupaten kota, termasuk Penyuluh Agama terkait dengan surat edaran.

Adapun Point penting dalam Rapat Nasional yaitu diminta kepada Gubernur, Bupati, Walikota, hendaknya arahan para Menteri dijadikan acuan kepala daerah dalam penanganan covid-19, dan segera ditindaklanjuti oleh kepala daerah, melakukan rakor didaerah masing-masing untuk menangani Covid-19.(Obet/Anggithya)

Berita Terkait