Kakanwil Buka Pembahasan Draft Final Monograf Naskah Lampung

09 Juni 2021, 20:46 WIB

Lampung, Kanwil Lampung (Humas) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Drs. H. Juanda Naim, M.H, memberikan sambutan sekaligus membuka Pembahasan Draft Final Monograf Naskah Lampung di Ballroom Hotel Horison Lampung, Rabu, 9 Juni 2021.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta ini diikuti oleh peserta yang berasal dari Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Pemerintah Daerah Provinsi Lampung, Museum Lampung, Akademisi, dan sejumlah peserta lainnya.

Pada kesempatan tersebut Kakanwil menyampaikan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Balitbang Agama Jakarta yang telah melaksanakan kegiatannya di Provinsi Lampung.

“Semoga kegiatan ini dapat membawa implikasi yang besar dalam memperkaya khasanah monograf Provinsi Lampung. Acara pada hari ini saya rasa sangat penting karena merupakan torehan tinta sejarah bagi kita semua,” ujar Kakanwil.

Kakanwil menjelaskan bahwa masyarakat Lampung memiliki falsafah budaya yang menjadi pandangan hidup dan perekat, yang dikenal dengan sebutan Piil Pesenggiri.

“Piil pesenggiri adalah salah satu kearifan lokal dari daerah Lampung sebagai nilai dan norma yang mengatur tata hidup masyarakat Lampung selaku makhluk sosial. Falsafah ini dijadikan landasan dalam berfikir, bertindak, dan juga berperilaku oleh masyarakat Lampung dimanapun berada,” tuturnya.

Kakanwil menjabarkan, terdapat empat aspek dalam Piil Pesenggiri. Yaitu nemui nyimah, bejuluk beadok, nengah nyappur, dan sakai sambayan.

“Kearifan lokal masyarakat Lampung yang terkandung dalam Piil Pesenggiri ini biasanya dijadikan modal dalam menggiakan pembangunan Bumi Lampung. Falsafah ini pula yang menginspirasi dan menjadikan spirit lahirnya motto Sai Bumi Ruwa Jurai. Moto ini menggambarkan masyarakat Lampung yang memiliki keterbukaan untuk menerima dan melindungi eksistensi suku pendatang untuk bersama-sama tinggal berdampingan dan membangun Lampung,” paparnya.

Kemudian, lanjut Kakanwil, Provinsi Lampung ibarat Indonesia mini. Yang terdapat berbagai suku, ras, golongan, dan agama.

“Oleh karenanya saya selaku Kepala Kantor Wilayah memiliki salah satu program unggulan, yaitu memberikan pelajaran muatan lokal mengenai kearifan budaya Lampung yang telah diimplementasikan di madrasah. Tujuannya adalah agar anak-anak kita dapat memahami bahwa Indonesia ada karena berbagai macam agama dan suku bangsa didalamnya. Sehingga, mari kita bersama-sama menjaga kesatuan dan persatuan bangsa yang di mulai dari Provinsi Lampung. Mudah-mudahan kegiatan semacam ini akan semakin dikembangkan untuk menggali potensi kekayaan budaya Lampung agar dapat lebih di kenal oleh publik,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Balai Litbang Agama Jakarta Dr. Nurudin, M.Si, melaporkan bahwa kegiatan ini sudah dimulai dari penyusunan naskah sejak beberapa tahun yang lalu.

“Kami mulai dari menelaah naskah kuno yang ternyata banyak sekali ditemukan di Provinsi Lampung. Saya pikir ini penting karena khasanah masyarakat terhadap kajian keagamaan perlu direkonstruksi dan dielaborasi. Agar naskah kuno dapat dikenal oleh masyarakat baik nasional maupun internasional,” katanya melalui aplikasi Zoom Meeting.

Selanjutnya, kepedulian ini diwujudkan dengan menghadirkan Katalog Naskah Lampung yang berisi informasi mengenai naskah kuno di Provinsi Lampung.

“Saya kira ini menjadi terobosan disaat naskah kuno belum banyak dihimpun dan didata dalam bentuk metadata dan foto digital. Tentunya ini dapat menjadi hal yang positif dan sangat bermanfaat utamanya bagi dunia pendidikan, sehingga kita akan mendapatkan hal baru terkait naskah yang bisa dikaji lebih lanjut terutama mengenai kebangsaan dan lain sebagainya. Mudah-mudahan dapat segera selesai dan bisa bermanfaat bagi masyarakat di Provinsi Lampung,” sebutnya. (Siti Fadilah / Okta Kusuma Jatha / Abdul Aziz)

Berita Terkait