Farid: Jadilah Generasi Khotib yang Moderat

10 Juni 2021, 10:19 WIB

Gunung Sugih (Humas) -- Demikian dasampaikan Kepala kantor Kementerian Agama Lampung Tengah, H. Farid Wajedi, S. Ag., M. Kom. I., saat memberikan sambutan pada acara Grand Final Akademi Khatib Indonesia Kabupaten Lampung Tengah tahun 2021 di Pondok Pesantren Walisongo, Wates (09/06). Hadir dalam kegitan ini Kabag kesra, Wakapolres, Kepala KUA Bumi Ratu Nuban, ketua IKDMI Provinsi Lampung, Ketua MUI, Forkopimda, Forkopimca, serta para tokoh agama.

Dalam kesempatan ini, H. Farid Wajedi, menyampaikan bahwa dengan adanya kegiatan ini setiap khatib harus memberikan materi dakwah yang disampaikan khatib harus berwawasan luas dan juga memiliki komitmen kebangsaan tinggi. Program  ini juga membina para khatib, sehingga jadi khatib yang cinta bangsa, tidak mempertentangkan soal kebangsaan dan agama.

"Jadilah generasi penerus khatib yang moderat dalam menyampaikan narasi keagamaan dan memiliki nilai persatuan keumatan, jangan menjadi provokasi. Karena keberadaan khatib memberikan pengaruh besar pada masyarakat," paparnya. "Harapan saya kedepan, semoga program IKDMI akan lebih baik, saling memberi support, dukung mendukung, jika semua memberikan dukungan, insyaallah akan menjadi andalan dalam dunia pendidikan dan membawa kedamaian" imbuhnya. "Jadilan Pelopor, karena satu pesan yang disampaikan menjadi satu panutan sesuai dengan tema pada kegiatan ini Jadikan Khatib Pemersatu dan tauladan masyarakat," tutup Farid.

Dilanjutkan sambutan oleh Bupati yang dalam hal ini diwakili oleh Kabag Kesra. Ia menyampaikan selamat kepada grand final semoga bisa bersinergi membangun lampung tengah, sama-sama menyuarakan dukungan agar IKDMI  menjadi lembaga yang semakin solid. "Menyampaikan pesan bupati, bahwasannya untuk para khatib agar bisa membantu pemerintah daerah dalam berdakwah, agar bisa memberikan tausiah bagaimana menjadi keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah, mengingat tingginya angka perceraian di Lampung Tengah, semoga dengan adanya khatib ini bisa membantu pemerintah daerah dalam mengurangi angka perceraian lewat dakwah" tandasnya.( Ria/sry)

Berita Terkait