Beri Pembekalan, Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Gelar Pembinaan Tenaga Teknis Hisab Rukyat

14 Juni 2021, 10:35 WIB

Lampung, Kanwil Lampung (Humas) – Dalam rangka memberikan pembekalan, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung melalui Bidang Urusan Agama Islam menggelar Pembinaan Tenaga Teknis Hisab Rukyat di Hotel Kurnia 2, Bandar Lampung, Jumat, 11 Juni 2021.

Acara ini dihadiri oleh Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI H. Ismail Fahmi, S.Ag, Kakanwil Kemenag Provinsi Lampung Drs. H. Juanda Naim, M.H, didampingi Kabid Urais Drs. H. Jamaludin, M.M, serta sejumlah narasumber.

Pada kegiatan tersebut Kakanwil menyampaikan materi mengenai Program Prioritas Kementerian Agama Tahun 2021 sekaligus membuka pembinaan.

“Agama mempunyai kedudukan dan peranan yang sangat penting dan strategis, utamanya sebagai landasan spiritual, moral, dan etika dalam pembangunan nasional. Agama sebagai sistem nilai idealnya dapat dipahami dan diamalkan oleh setiap individu, keluarga, dan masyarakat, sehingga keidupan berbangsa dan bernegara dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai kebaikan ajaran agama. Untuk itu, pembangunan agama perlu mendapat perhatian lebih besar, baik yang berkaitan dengan penghayatan dan pengamalan agama, pembinaan dan pendidikan agama, maupun pelayanan kehidupan beragama,” paparnya.

Kakanwil mengatakan, Kementerian Agama merupakan satu institusi yang diberi mandat untuk mengurus perihal kehidupan agama dan bertanggung jawab mengawal serta menjamin terciptanya kehidupan masyarakat yang nyaman dalam kehidupan beragama.

“Untuk itu Kementerian Agama bertanggung jawab mengawal juga menjamin terciptanya rasa aman dan nyaman dalam kehidupan beragama di masyarakat dengan visi-misi, strategi, serta regulasi yang tepat sesuai paradigma kebangsaan dan keberagaman di Indonesia,” ujarnya.

Selanjutnya Kakanwil menjelaskan tentang Enam Program Prioritas Kementerian Agama Tahun 2021. Diantaranya adalah Moderasi beragama, Transformasi Digital, Revitalisasi KUA, Cyber Islamic University, Kemandirian Pesantren, dan Religiosity.

“Yang pertama adalah Moderasi Beragama, maknanya adalah bukan agamanya yang dimoderenkan. Melainkan cara pandangnya, karena Indonesia ada dan dapat merdeka karena terdiri dari berbagai macam agama,” katanya.

Kedua adalah Transformasi Digital yang mengharuskan kita semua untuk mengikuti perkembangan teknologi supaya tidak mengalami ketertinggalan.

“Selanjutnya adalah Revitalisasi KUA, pada tahun 2021 ini ada 100 KUA yang menjadi percontohan. Alhamdulillah kita bersyukur ada empat KUA di Lampung yang menjadi sampel revitalisasi ini, yakni di KUA Kedaton, Gunung Sugih, Kotabumi, dan KUA Sukadana,” sebutnya.

Usai pemaparan, Kakanwil menyambut baik dan berharap agar kegiatan semacam ini dapat memberikan kemanfaatan bagi umat dan masyarakat luas.

“Tak lupa pula saya sampaikan mengenai alasan pembatalan ibadah haji tahun 2021. Karena pembatalan ini sesungguhnya bukan karena kesalahan Pemerintah Indonesia, namun disebabkan oleh berbagai hal teknis yang memerlukan persiapan panjang. Mulai dari kesehatan dan lain sebagainya. Saya berharap para peserta yang hadir pada hari ini dapat turut membantu untuk menjelaskan kepada masyarakat tentang fakta yang sebenarnya,” bebernya.

Sebelumnya, Kasi Kemasjidan, Hisab Rukyat dan Bina Syariah pada Bidang Urais Kanwil Kemenag Provinsi Lampung H. Mirza Pahlevi, S.Ag melaporkan bahwa bimbingan teknis kali ini diikuti oleh 40 peserta, yang terdiri dari unsur Kemenag, Badan Hisab Rukyat (BHR) Kabupaten / Kota, Ormas dari NU dan Muhammadiyah, Pengadilan Agama, dan pemuda masjid.

“Tujuannya adalah untuk memberikan pembekalan kepada peserta tentang hisab rukyat yang meliputi pengukuran arah kiblat, penentuan awal bulan Hijriah, penentuan waktu sholat, serta gerhana bulan dan matahari,” jelasnya.

Kemudian narasumbernya adalah Kakanwil, Kabid, Tim dari Planetarium Jakarta, tim dari OAIL Itera, serta dimoderatori oleh dosen ilmu falak dari UIN Raden Intan Lampung dan IAIN Metro.

“Bentuk kegiatan berupa pemberian materi dan diskusi, serta praktik  lapangan pengamatan hilal awal bulan Zul Qa'dah 1442 H (rukyat hilal) bersama tim dari Subdit Hisab Rukyat Jakarta di lapangan observatoriun ITERA Lampung,” tuturnya. (Okta Kusuma Jatha / Abdul Aziz / Anggithya)

Berita Terkait