Syahrul AR Bekali Para Guru di Madrasah Binaan Tentang Kurikulum Darurat dan Pengembangan Silabus Via Zoom Meeting

26 Juli 2021, 15:54 WIB

Kalianda, MTsN 1 Lampung Selatan (Humas) –  Paska ditetapkannya penundaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang dicetuskan dari Pemerintah Pusat hingga Daerah yang memiliki potensi masifnya penyebaran virus Covid-19. Sehingga, penerapan Kurikulum Darurat masih diberlakukan sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Darurat berdasarkan  Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 719 Tahun 2020. (26/07)

Pada kegiatan hari ini,  Pengawas Pembina yang juga bertanggung jawab membina MTsN 1 Lampung Selatan dan juga beberapa Madrasah Swasta, Syahrul AR membuat sebuah terobosan yang progresif dimana dalam kegiatan yang dilaksanakan secara Daring tersebut Ia memberikan pembinaan tentang hal di atas. Pada kesempatan tersebut, selain membahas tentang Kurikulum Darurat, Syahrul menegaskan kembali pentingnya Pengembangan Silabus karena sebagai dasar utama dalam membuat turunan RPP.

Pelaksanaan kurikulum pada kondisi khusus bertujuan untuk memberikan fleksibilitas bagi satuan pendidikan untuk menentukan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik.  Satuan pendidikan pada kondisi khusus dalam pelaksanaan pembelajaran dapat a) tetap mengacu pada Kurikulum Nasional; b) menggunakan kurikulum darurat; atau c) melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri. “Semua jenjang pendidikan pada kondisi khusus dapat memilih dari tiga opsi kurikulum tersebut,” terang Syahrul.

“Lalu rencana dalam penentuan Kalender Pendidikan Madrasah dari Ditjen Pendis Kemenag RI haruslah disesuaikan dengan kebutuhan yang ada pada kurikulum darurat, dan misalnya, tentang penghitungan JP (Jam Pertemuan), yang bisa juga kita sadur dari Permendikbud nomor 37 untuk menentukan pengembangan Silabusnya, yang nanti dituangkan dalam LKG (Lembar Kerja Guru) yang bisa dipecah dalam LKG 1-7,” imbuhnya.

Selain itu, Syahrul mengingatkan agar Tim Pengembang Kurikulum yang sudah dibentuk pada setiap Madrasah harus aktif dan mengakomodir para guru jika ada kesulitan yang dihadapi dalam penyusunan Kurikulum Darurat dan Pengembangan Silabus. Karena, untuk menyentuh seluruh kebutuhan guru harus adanya sebuah kerja aktif dan Madrasah memfasilitasi dalam rangka penyusunan Kurikulum Darurat.

Perlu di ketahui, kegiatan pada hari ini juga melibatkan Tim Pokjawas Kan Kemenag Kab. Lampung Selatan dan juga diketahui langsung oleh Bidang Madrasah Kan Kemenag Kab. Lampung Selatan. Lalu, beberapa Madrasah Swasta binaan yang hadir se-Kabupaten Lampung Selatan.

Terakhir, Narasumber mengingatkan bahwa sebagai tanggung jawab kita untuk melayani para Siswa dimasa sulit seperti ini, jangan sampai adanya lost learning sehingga membuat arah pendidikan kita menjadi salah.

Untuk memudahkan para guru yang belum dapat hadir secara langsung. Kegiatan hari ini juga direkam dan dapat juga ditonton melalui aplikasi media sosial Youtube dengan alamat: https://www.youtube.com/watch?v=TzWr2xt0Mk8 (Rian)

Berita Terkait