Ajaran Agama Baha'i: Apa Itu Hari Raya Naw Ruz yang Diucapkan Menag

05 Agustus 2021, 09:43 WIB

Bag.TU, Kemenag Lampung ( Humas)--- Agama Baha'i sempat menjadi perbincangan di lini masa Twitter pada Selasa (27/7/2021) hingga Rabu (28/7/2021). Viralnya agama Baha'i berawal dari video ucapan Menteri Agama Yaqut Kholil Qoumas.

Dalam video yang beredar, Menag mengucapkan Hari Raya Naw Ruz 178 EB kepada komunitas Baha'i di Indonesia. Video Menag juga diunggah di akun YouTube Baha'i Indonesia

Apa itu agama Baha'i? Baha'i berasal dari Irak dan dikenalkan pada pertengahan abad ke-19 oleh Mírzá Ḥusayn-`Alí Núrí, yang dikenal sebagai Bahāʾ Allāh, dalam bahasa Arab berarti "Kemuliaan Tuhan".

Agama Baha'i memperingati Hari Raya Naw Ruz 178 EB pada Maret tahun ini. Menteri Agama Yaqut Kholil Qoumas memberikan ucapan bagi masyarakat Baha'i untuk perayaan ini. Apa itu Hari Raya Naw Ruz? Menurut situs web Baha'i Center of Washtenaw County, dalam ajaran agama Baha'i, hari raya Naw Ruz diperingati pada 21 Maret setiap tahunnya. Naw Ruz berasal dari perayaan Zoroaster di Iran kuno dan, hingga hari ini, dirayakan sebagai festival budaya oleh orang Iran dari semua latar belakang agama. Peringatan Naw Ruz juga telah menyebar ke banyak bagian dunia lainnya, dan dirayakan sebagai hari libur budaya di India, Afghanistan, Tajikistan, Kurdistan Irak, Azerbaijan, Turkmenistan, Uzbekistan dan Kirgistan. Naw-Ruz berarti "Hari Baru", dirayakan pada hari pertama musim semi. Ini adalah saat kegembiraan dan perayaan, karena kegelapan musim dingin berakhir dan cahaya muncul kembali, bersama kehangatan dan keindahan musim semi. Bagi agama Baha'i, Naw Ruz juga memiliki makna spiritual yang dalam. Naw Ruz menandai akhir dari 19 hari Puasa Baha'i, yang merupakan periode refleksi dan penyegaran rohani mendalam bagi Baha'i. Naw Ruz ditahbiskan oleh Baha'u'llah (Baha' Allah) sebagai perayaan "musim semi spiritual" umat manusia: dispensasi Baha'i. Dispensasi Baha'i dimulai dengan Deklarasi Bab, yang seluruh misinya adalah untuk mempersiapkan dunia bagi seorang Guru Ilahi dengan Pesan yang dianggapnya lebih besar dari pesan-Nya sendiri: Baha'u'llah. Wahyu Baha'u'llah - saat manusia menerima Ajaran Ilahi melalui Utusan Tuhan -, dalam ajaran Baha'i, disamakan dengan awal musim semi.

Penulis : Fadilah
Sumber Artikel : Agama Baha'i

Berita Terkait