Pringsewu Gelar Persiapan STBM 2021

08 September 2021, 15:03 WIB

Pringsewu (Humas) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu melalui Kasubbag TU M. Sakban, S.H.I.,M.M mengahadiri kegiatan Persiapan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Kabupaten Pringsewu Tahun 2021.

Kegiatan yang digelar secara terbatas dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat di Ballroom Hotel Regency Pringsewu, Selasa (7/9/21) ini dibuka oleh Wakil Bupati Pringsewu Dr. Fauzi. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Kesehatan Pringsewu, dr. Ulinoha beserta Ka. UPT Puskesmas Se-Kab. Pringsewu.

Dalam sambutannya H. Fauzi menyampaikan terimakasih kepada seluruh element yang ada di lingkup Pemerintahan Kabupaten Pringsewu atas keterlibatannya mensukseskan Jambansewu (STBM) pada tahun-tahun sebelumnya serta tahun ini," Ujarnya sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut.

Dikatakan bahwa, STBM adalah pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan.

Pilar STBM adalah perilaku higienis dan saniter yang digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.

Wabup mengajak seluruh masyarakat dan unsur terkait untuk bersama-sama menerapkan 5 Pilar STBM yang telah dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan sebagai acuan dalam penyelenggaraan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yaitu :
1. Stop Buang Air Besar Sembarangan, kondisi ketika setiap individu dalam suatu komunitas tidak lagi melakukan perilaku buang air besar sembarangan yang berpotensi menyebarkan penyakit.

2. Cuci Tangan Pakai Sabun, perilaku cuci tangan dengan menggunakan air bersih yang mengalir dan sabun.

3. Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga, melakukan kegiatan mengelola air minum dan makanan di rumah tangga untuk memperbaiki dan menjaga kualitas air dari sumber air yang akan digunakan untuk air minum, serta untuk menerapkan prinsip higiene sanitasi pangan dalam proses pengelolaan makanan di rumah tangga.

4. Pengamanan Sampah Rumah Tangga, melakukan kegiatan pengolahan sampah di rumah tangga dengan mengedepankan prinsip mengurangi, memakai ulang, dan mendaur ulang.

5. Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga, melakukan kegiatan pengolahan limbah cair di rumah tangga yang berasal dari sisa kegiatan mencuci, kamar mandi, dan dapur yang memenuhi standar baku mutu kesehatan lingkungan dan persyaratan kesehatan yang mampu memutus mata rantai penularan penyakit. (Imron/Fadilah)

Berita Terkait