MAN 2 Bandar Lampung Terima Kunjungan Kerja Itjen Kemenag RI

08 September 2021, 21:31 WIB

Bandar Lampung, MAN 2 (Humas) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bandar Lampung menjadi salah satu tuan rumah pada kunjungan Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia pada hari Rabu (08/09/21) yang akan melakukan evaluasi Program Indonesia Pintar (PIP) pada beberapa madrasah di Kementerian Agama Kota Bandar Lampung.

Hal ini disampaikan oleh Kasi Penmad Kemenag Kota, H.Said Karimin, S.Ag, M.Kom.I.

Said menjelaskan bahwa kunjungan Inspektorat akan berlangsung sesuai surat tugas yaitu pada tanggal 3 sampai dengan 17 September 2021.

“Sesuai surat tugas maka Itjen akan melakukan evaluasi dan monitoring PIP pada 7 (tujuh) madrasah yang ada di Kota Bandar Lampung, yaitu MAN 1 Bandar Lampung, MAN 2 Bandar Lampung, MAS Nakhdatul Ulama, MTS Negeri 1 Bandar Lampung, MTSS Al Muhajirin, MIN 12 Bandar Lampung dan MI Swasta Mathlaul Anwar Sinar Laut” paparnya.

“Saya berharap kepada madrasah–madrasah yang menjadi sample agar dapat menyajikan data-data yang akurat, dapat melayani dan memberikan suguhan data yang diinginkan olen Irjen sehingga akhirnya mereka dapat mengevaluasi apa yang sudah kita lakukan” imbuhnya.

Lebih lanjut Said mengatakan bahwasanya Ia sudah melakukan tugas-tugas dan tanggung jawab selaku kasi Penmad, yaitu :
Pertama, Sebelum PIP diluncurkan, Kemenag Kota Bandar Lampung sudah melakukan sosialisasi dan berkoordinasi dengan Kepala-Kepala Madrasah melalui WhatsApp (WA) atau rapat koordinasi

Kedua, Kemenag Kota Bandar Lampung memantau dan mendorong madrasah untuk proaktif melakukan identifikasi dan memutakhirkan data siswa ke dalam aplikasi emis sebagai basis data penerima PIP

Ketiga, Kasi Penmad dibawah komando Kepala Kemenag Kota Bandar Lampung memastikan data usulan kelengkapan PIP dari madrasah sehingga yang berhak mendapatkan dana PIP adalah mereka yang memang sesuai dengan persyaratan yang sudah ditetapkan pemerintah.

“Terakhir saya menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh kepala madrasah yang sudah mewakili tidak kurang dari 130 Madrasah sebagai representasi dari madrasah yang ada di Bandar Lampung,” Pungkas Said.

Sementara itu, Ketua Tim Pengelola PIP MAN 2 Bandar Lampung, Bambang Supraptono, S.Pd, M.Pd menjelaskan bahwa pemeriksaan Itjen pada hari ini berjalan lancar dan kami bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh Itjen.

“Pertanyaan yang diberikan oleh Itjen adalah pertanyaan biasa namun semua jawaban yang kami berikan harus ada buktinya. Misal tentang rekening anak apakah sudah aktif, maka kita harus bisa menunjukkan bukti bahwa rekening anak-anak memang sudah aktif. Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lain yang Insya Allah bisa kami jawab” ucaprnya.

Bambang juga memaparkan bahwa untuk tahap pertama, 77 siswa berhasil mendapatkan PIP tanpa melalui usul dari tim. “Memang gelombang pertama murni melalui sinkronisasi data dari emis berikut dengan kelengkapannya dengan data Kesejahteraan Sosial dari dinas sosial. Oleh karena itu akurasi data emis tidak boleh ada kesalahan agar data anak yang di emis sinkron dengan data yang ada di dinas sosial," jelasnya lebih lanjut.

Di akhir perbincangan Bambang menuangkan harapan tentang PIP gelombang kedua yang tertanggal 16 Juni 2021 dengan jatah siswa sebanyak 29 orang agar bisa selesai karena masih dalam proses hingga 3 bulan ke depan.

“Saya berharap agar tahap kedua PIP ini bisa selesai karena itu emis kita ke depan harus valid sehingga PIP ini tepat sasaran. Oleh karena itu sangat dibutuhkan kesigapan dan sinergi antara Kesiswaan dan operator emis. Karena dari data emis itulah maka akan terdata siswa yang berhak mendapatkan PIP,” pungkasnya.

Sementara itu saat diwawancarai tim humas, Pengendali Teknis Itjen Kementerian Agama RI, Opi Rofiudin, menjelaskan secara gamblang tentang maksud dan tujuan kunjungan rombongan Itjen yang berjumlah 7 orang dalam rangka memonitor dan mengevaluasi Penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) yang ada di lingkungan kantor Kemenag Kota Bandar Lampung.

Ia menyampaikan harapan agar tim Itjen bisa menyaring data baik dari pimpinan madrasah maupun siswa, mulai dari prosedur yang dilaksanakan penyalurannya sampai kepada ketepatan sasarannya.

“Saya berharap penyaluran PIP tidak menyalahi aturan didalam juklak dan juknis dan sampai ke yang memang berhak mendapatkannya,” kata Opi.

“Selanjutnya saya juga berharap agar ada satu keterbukaan diantara pimpinan dengan stakeholder-stakeholder yang ada sehingga didalam penyaluran PIP ini benar-benar sesuai aturan dan sampai kepada mereka yang pantas mendapatkan. Nanti hasil dari kunjungan ini akan kami olah bersama tim auditor,“ pungkas Opi saat mengakhiri perbincangan. (Eva/Anggithya)

Berita Terkait