Sosialisasikan KMA Nomor 660 Tahun 2021, Wasril: Kesehatan Jemaah sebagai Pertimbangan Utama Penundaan Keberangkatan Ibadah Haji

23 September 2021, 16:48 WIB

Pesawaran (Humas) – “Pelaksanaan kegiatan ini untuk meyakinkan bahwa kebijakan pemerintah secara konsekuen ditetapkan dan seluruh akibat yang ditimbulkan menjadi tanggungjawab pemerintah dalam memastikan  hak jamaah tidak ada yang dikurangi. Tentu kebijakan pemerintah terkait penundaan ini adalah demi menjaga kesehatan jemaah ditengah pandemi yang menjadi alasan utama pembatalan tersebut.” Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran, Wasril Purnawan, saat membuka secara resmi kegiatan sosialisasi Keputusan Menteri Agama RI (KMA) Nomor 660  Tahun 2021 tentang pembatalan keberangkatan haji pada penyelenggaraan ibadah haji Tahun 1442H/2021 M oleh Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran, Kamis, 23 September 2021, di Djunjungan Resto Kecamatan Gedongtataan.

Menurut Wasril, faktor Kesehatan, keselamatan dan keamanan Jemaah haji menjadi tanggungjawab pemerintah dalam melindungi dan menjaga calon Jemaah haji Indonesia ditengah pandemi covid-19 yang melanda seluruh belahan dunia.  

Ia mengajak calon Jemaah haji untuk tetap mensyukuri apapun kebijakan yang dikeluarkan pemerintah terkait penyelenggaraan ibadah haji. Dengan adanya masa penundaan dua tahun, diharapkan segala macam fasilitas infrastuktur pendukung baik di Mekah dan Madinah semakin lebih baik untuk meningkatkan kenyamaan jemaah haji dalam melaksanakan ibadah haji di tahun mendatang.

Dengan adanya penundaan keberangkatan Jemaah haji, Ia berharap 144 calon Jemaah haji Kabupaten Pesawaran mempersiapkan waktu yang ada dengan memperbanyak ilmu manasik dan dapat menjadi Jemaah haji mandiri, menyelesaikan semua tahapan ibadah tanpa tergantung oranglain.   

Wasril menambahkan bahwa sebagai bentuk kontribusi Kementerian Agama untuk turut serta dalam penanggulangan covid-19, asrama haji beralih fungsi sementara menjadi rumah sakit covid-19.

Lebih lanjut Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Propinsi Lampung, Anshori, menyampaikan bahwa KMA Nomor 660 Tahun 2021 muncul dengan pertimbangan yang matang dan analisa yang jelas. Pemerintah Arab Saudi juga memutuskan untuk peniadaan pemberangkatan Jemaah haji pada masa pandemi covid 19. Kabid PHU memastikan dana Jemaah haji aman dan dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

“Bagi Jemaah yang gagal berangkat akan menjadi jemaah prioritas dan akan mendapatkan nilai manfaat dari BPKH.” Terang Anshori.

Ia meminta Kepala KUA, penyuluh, dan lainnya, dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait kebijakan pembatalan keberangkatan dan menyampaikan informasi terkait penyelenggaraan ibadah haji dengan informasi yang benar dan jelas.

Sementara, Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran, Paiman, dalam laporannya mengatakan sosialisasi diikuti peserta dari unsur Kepala KUA, penyuluh, pengurus KBIHU dan calon Jemaah haji Kabupaten Pesawaran, dengan narasumber yang berasal dari Kanwil Kemenag Propinsi Lampung, Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran dan MUI Kabupaten Pesawaran. (sinta)

Berita Terkait