3 Guru MTs N 2 Tanggamus Ikuti Pelatihan Calon FASDA

04 Oktober 2021, 09:44 WIB

Tanggamus, MTs N 2 ( Humas) Dalam rangka mengimplementasi Proyek Realizing Education’s Promise: Support to Indonesia’s Ministry of Religious Affairs for Improved Quality of Education (Madrasah Education Quality Reform) IBRD Loan Number 8992-ID Tahun Anggaran 2020, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama menyelenggarakan kegiatan “Pelatihan Calon Fasilitator Daerah Jenjang Madrasah Ibtidaiyah Program PKB Guru dan Tendik Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Tahun Anggaran 2021”. Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan secara luring tersebut berlangsung selama 6 hari mulai tanggal 2 sampai 6 Oktober 2021 di hotel Aryaduta Palembang.

Pada pelatihan calon FASDA tersebut MTs N 2 Tanggamus diwakili oleh 3 Guru terbaiknya yaitu Ida Efiana, S.Pd, M.Pd, Sidi Hermanto, M.Pd dan Hj. Sri Wahyuningsih, M.Pd. Pelatihan ini merupakan tahap akhir dari seleksi FASDA yang telah dilaksanakan beberapa bulan yang lalu melalui berbagai tahap mulai dari pendaftaran online sampai pengumuman akhir peserta yang lulus seleksi.

Kepala MTs N 2 Tanggamus, Nurzaman, S.Ag, M.Pd.I mengungkapkan rasa bangga kepada ketiga Guru MTs N 2 Tanggamus yang lulus seleksi calon FASDA. Nurzaman juga menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap guru yang  mengikuti kegiatan pelatihan tersebut. Ia  berharap, keikutsertaan guru dalam kegiatan pelatihan ini bersifat positif dapat menambah wawasan, pengetahuan, dan keterampilan. "Semoga Ilmu yang di dapat dari guru kita dalam pelatihan FASDA berdampak positif dan dapat di implementasikan di MTs N 2 Tanggamus".Ungkap Nurzaman.

Salah satu guru yang mengikuti pelatihan calon FASDA, yakni Sidi Hermanto, M. Pd merasa sangat senang dapat mengikuti semua tahapan dari awal seleksi sampai dengan tahap akhir yaitu pelatihan. Semoga capaian ini dapat memotivasi saya dan guru lain untuk lebih produktif dalam menjalankan tugas sebagai Guru. Sidi mengungkapkan bahwa setelah pelatihan ini selesai ada sebuah tanggung jawab dan amanah yang tidak mudah untuk dilakukan. "kita harus siap untuk mendampingi dan memfasilitasi kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru di kabupaten masing masing". Imbuh Sidi ( Idef/TimHum)

Berita Terkait