Nilai – Nilai Kementerian Agama

Dalam rangka mewujudkan  lembaga yang profesional dan andal dalam melaksanakan  pembangunan di bidang agama dan pendidikan,  Kementerian Agama menetapkan lima nilai dasar  yang harus dipegang teguh  oleh  ASN  pelaksana  pembangunan. Nilai-nilai itu telah  dikukuhkan melalui Peraturan  Menteri Agama Nomor 12 Tahun 2019  tentang  Kode Etik dan  Kode Perilaku Pegawai  Aparatur Sipil Negara Kementerian Agama. Nilai-nilai yang dimaksud adalah:

 

1.   Keimanan  dan   ketakwaan   kepada   Tuhan  Yang  Maha   Esa  Dalam  keimanan   dan   ketakwaan terkandung  makna Pegawai ASN mempunyai  keyakinan, kesadaran,  dan  tanggung  jawab sebagai makhluk ciptaan  Tuhan Yang Maha Esa. Pelaksanaan  nilai keimanan  dan  ketakwaan  diwujudkan dalam kode etik dan perilaku sebagai berikut:

a.  Tidak melakukan  tindakan  yang melanggar  atau  bertentangan dengan  sumpah/janji pegawai dan/ atau sumpah/janji jabatan;

b.   Melaksanakan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya  masing-masing;

c.   Menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat;

d.   Melaksanakan tugas kemanusiaan;

e.  Menumbuhkembangkan sikap saling menghormati  dan  bekerja  sama  antarpemeluk  agama yang berbeda-beda;

f.    Membina kerukunan hidup beragama;

g.   Tidak bertindak diskriminatif;

h.   Tidak memaksakan suatu agama kepada orang lain; dan

i.    Bersifat   moderat    dalam   konteks   moderasi   beragama   sebagai   bentuk   pemahaman  dan pengamalan  untuk kebersamaan umat.

 

2.   Integritas Dalam nilai integritas  terkandung  makna bahwa dalam melaksanakan  tugas secara  baik dan benar,  Pegawai ASN memiliki sikap dan tindakan yang mencerminkan  keselarasan  antara  hati, pikiran, perkataan, dan  perbuatan. Pelaksanaan  nilai integritas  diwujudkan dalam  kode etik dan perilaku sebagai berikut:

a.  Bertekad  dan  berkemauan  untuk  berbuat   baik  dan  benar,  serta  berpikir  positif,  arif,  dan  bijaksana;

b. Tidak melakukan  tindakan  yang merekayasa  atau  memanipulasi  suatu  keterangan, perintah, surat, dokumen, atau keadaan sehingga tidak sesuai dengan kebenaran  yang seharusnya;

c. Tidak  menggunakan   kewenangan   yang  dimiliki untuk  mendapatkan keuntungan   atau keistimewaan, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun orang lain;

d. Tidak  memerintahkan  atau  mengizinkan  sesama  Pegawai  ASN  atau  pihak  lain,  baik  secara horisontal  maupun  vertikal yang berada  di bawah  pengaruh,  petunjuk,  atau  kewenangannya untuk  meminta  atau  menerima  hadiah,  hibah,  pinjaman  atau  imbalan  apapun  sehubungan dengan  segala  hal  yang dilakukan,  akan  dilakukan,  atau  tidak  dilakukan  oleh  Pegawai  ASN berkenaan  dengan pelaksanaan tugasnya; dan

e. Tidak menerima  segala  bentuk  pembayaran melebihi  dari  yang seharusnya  diperoleh  sesuai dengan kapasitasnya.

 

3.    Profesionalitas  Dalam nilai profesionalitas  terkandung  makna  bahwa  sikap dan  perilaku Pegawai ASN dalam melaksanakan  tugas secara  disiplin, kompeten,  dan tepat  waktu dengan  hasil terbaik. Pelaksanaan nilai profesionalitas diwujudkan dalam kode etik dan perilaku sebagai berikut:

a. Memiliki komitmen  kuat terhadap tugasnya  serta  berupaya  menyelesaikan  pekerjaan  dengan baik dan tepat waktu;

b. Bersikap berani mengakui kesalahan dan bersedia menerima konsekuensi serta melakukan langkahlangkah perbaikan dengan segera;

c.  Bersikap netral dan tidak memandang suku, agama, ras, dan/atau golongan;

d. Tidak menyampaikan  informasi atau  pendapat kepada  pihak di luar Kementerian Agama atas sesuatu hal yang menjadi kewenangannya tanpa adanya perintah dari pejabat yang berwenang;

e.  Tidak  menggunakan   kewenangan   jabatan  dan  fasilitas  kantor,  baik  langsung  maupun   tidak langsung untuk membantu anggota keluarga dekatnya mendapatkan kontrak kerja sama dengan Kementerian Agama;

f. Tidak menerima  imbalan dalam bentuk apapun  dari pihak yang melakukan transaksi atau pihak lain yang berhubungan dengan Kementerian Agama;

g. Tidak   mempekerjakan   atau    merekomendasikan    keluarga    dekatnya    untuk    bekerja    di

Kementerian Agama;

h.  Tidak  memberi  atau  menerima  hadiah,  pinjaman,  imbalan,  keringanan  biaya,  bantuan   atau pelayanan   dalam   bentuk   dan   kondisi  apapun   yang  diketahui   atau   patut   diduga   dapat memengaruhi Pegawai ASN dalam melaksanakan tugasnya; dan

i. Mengembangkan sikap patuh  pada  norma  hukum dan norma  sosial serta  memacu  etos  kerja, disiplin, produktifitas, inovasi, dan rasa kesetiakawanan sosial.

 

4.   Tanggung Jawab Dalam nilai tanggung jawab terkandung  makna bahwa sikap dan perilaku Pegawai ASN  yang selalu berkomitmen mengutamakan kepentingan  negara  di atas  kepentingan  pribadi, pihak lain, dan/atau golongan. Pelaksanaan  nilai tanggung jawab diwujudkan dalam kode etik dan perilaku sebagai berikut:

a.  Mengutamakan tugas dan fungsi;

b. Meningkatkan  pengetahuan,  keahlian,  serta   kemampuan   pribadi  lainnya  melalui  berbagai sarana dan media yang tersedia yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas;

c.  Melaksanakan tugas secara patut, tekun, dan perhatian  tertuju kepada pekerjaan sepenuhnya;

d.  Memelihara setiap aset/barang milik negara di Kementerian Agama;

e.  Melaksanakan pekerjaan sesuai jam kerja;

f.  Tidak memberikan informasi yang dikategorikan sebagai rahasia negara atau rahasia jabatan;

g.  Pelaksanaan  tugas  tidak  dilakukan  bersama   orang  atau  lembaga  yang  dapat   menimbulkan konflik kepentingan atau memengaruhi keputusan  yang diambil.

 

5.   Keteladanan Dalam keteladanan terkandung  makna  perwujudan  kualitas pribadi yang luhur dan terpuji dalam melaksanakan  tugas dan kehidupan  bermasyarakat sehingga dapat  menjadi teladan bagi sesama  Pegawai  ASN  dan  anggota  masyarakat.  Pelaksanaan  nilai keteladanan diwujudkan dalam kode etik dan perilaku sebagai berikut:

a.  Memiliki akhlak terpuji, memberikan pelayanan dengan sikap yang baik, ramah dan adil;

b. Tidak  melakukan  perbuatan  tercela,  baik  menurut   ajaran  agama  maupun   norma  sosial  di masyarakat;

c. Tidak berprasangka  atau  bias, baik dalam  perkataan maupun  perbuatan, terhadap orang  lain tanpa alasan yang dapat dibenarkan;

d.  Bersikap  ramah   dan   berperilaku   sederhana  serta   menghindarkan    diri  dari   kesan   yang

berlebihan; dan

e.  Bersahaja dan menjauhkan diri dari sifat terlalu membanggakan  diri atau menyombongkan  diri.