Way Kanan, Kemenag (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan melaksanakan apel pagi rutin di halaman kantor, Senin (24/8/2026). Apel tersebut diikuti oleh jajaran ASN Kantor Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan serta ASN KUA Blambangan Umpu. Bertindak sebagai4pembina apel, Ketua Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kabupaten Way Kanan, Munawar.
Dalam amanatnya, Munawar mengajak seluruh ASN untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui proses belajar yang berkelanjutan. Menurutnya, perkembangan zaman dan tuntutan pelayanan publik mengharuskan ASN untuk selalu membuka diri terhadap pengetahuan, pengalaman, serta berbagai pembelajaran baru yang dapat mendukung peningkatan kualitas kinerja.
Mengawali arahannya, Munawar menyampaikan filosofi tentang gelas sebagai refleksi bagi ASN dalam mengembangkan diri. Ia menegaskan bahwa seseorang tidak boleh merasa telah mengetahui segala hal hingga menutup ruang untuk menerima ilmu, pengalaman, dan wawasan baru.
“Ketika satu gelas sudah penuh, jangan berhenti, Pindahlah ke gelas yang lain untuk terus mengisinya. Ketika merasa sudah cukup tahu dan tidak mau belajar, maka kita akan sulit menerima pengetahuan baru. Karena itu, sebagai ASN kita harus tetap membuka diri untuk belajar, berkembang, dan menerima berbagai pengalaman baru agar kompetensi serta profesionalitas terus meningkat,” ujar Munawar.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya bersikap bijak dalam menuntut ilmu dan mengembangkan kemampuan diri. Menurutnya, peningkatan kapasitas tidak harus dilakukan secara sekaligus, tetapi melalui proses yang bertahap dan berkelanjutan.
“Bila air yang sedikit dapat menyelamatkanmu dari rasa haus, tak perlu meminta air lebih banyak yang barangkali dapat membuatmu tenggelam. Begitu juga dalam kehidupan. Jangan merasa harus mengetahui semuanya sekaligus, tetapi belajarlah secara bertahap, sesuai kebutuhan, dan terus berkembang dari waktu ke waktu,” lanjutnya.
Munawar menjelaskan bahwa proses belajar tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menyangkut pembentukan budaya kerja, kesadaran, dan sikap profesional dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara. Menurutnya, ASN harus mampu memahami pentingnya rasa syukur, keahlian, dan kesadaran dalam bekerja sebagai fondasi membangun profesionalitas.
“Ketika label ASN sudah melekat di pundak kita, maka kewajiban kita adalah terus belajar. Belajar tidak mengenal tempat, jabatan, maupun usia. Dari proses belajar itulah lahir kesadaran, kompetensi, dan profesionalitas yang akan memberikan manfaat bagi diri sendiri, institusi, serta masyarakat,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa ASN merupakan bagian dari birokrasi yang memiliki tanggung jawab besar dalam melaksanakan kebijakan pemerintah sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Oleh karena itu, semangat belajar harus terus dipelihara agar ASN mampu menjawab berbagai tantangan dan perubahan yang terjadi.
Melalui apel pagi tersebut, ASN Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan diharapkan semakin termotivasi untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat, memperkuat kompetensi, serta membangun profesionalitas yang mampu memberikan manfaat bagi diri sendiri, organisasi, dan masyarakat. (Humas)