Bandar Lampung (Humas) — Sebanyak 33 siswa terbaik mewakili Kota Bandar Lampung dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026. Mereka bersaing bersama peserta dari 15 kabupaten/kota dalam ajang yang diikuti 495 siswa di Aula MAN 1 Bandar Lampung, Minggu (4/10/2026).
Kompetisi yang dibuka Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, itu diikuti siswa jenjang SD/Madrasah Ibtidaiyah (MI), SMP/Madrasah Tsanawiyah (MTs), serta SMA/Madrasah Aliyah (MA). Para peserta berkompetisi untuk meraih tiket menuju OMI tingkat nasional.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, Erwinto, meminta 33 wakil daerahnya tampil tenang, jujur, dan percaya diri. Menurut dia, kesiapan mental sama pentingnya dengan penguasaan materi dalam menghadapi kompetisi.
“OMI menjadi panggung bagi siswa madrasah dan sekolah umum untuk mengasah nalar, memperkuat karakter, serta menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan. Tampilkan kemampuan terbaik, raih tiket nasional, dan buktikan pelajar Bandar Lampung mampu berprestasi,” kata Erwinto.
Ia mengingatkan agar target prestasi tidak berubah menjadi tekanan. Peserta diminta menjaga konsentrasi, kesehatan, disiplin, dan sportivitas pada setiap tahapan perlombaan.
“Percayalah pada kemampuan diri. Hadapi setiap soal dengan tenang dan penuh tanggung jawab. Apa pun hasilnya, pengalaman berkompetisi di tingkat provinsi menjadi bekal penting untuk terus berkembang,” ujarnya.
OMI 2026 mengusung tema “Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju”. Tema tersebut menghubungkan nilai-nilai keislaman, penguasaan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kesadaran menjaga lingkungan.
Menurut Erwinto, kemampuan akademik harus tumbuh seiring dengan karakter dan kepedulian ekologis. Perpaduan itu dibutuhkan untuk melahirkan generasi yang mampu berpikir kritis, memecahkan persoalan, serta menghasilkan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Pelaksanaan OMI 2026 mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6843 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia Tahun 2026.
Kemenag Kota Bandar Lampung juga meminta guru pendamping menjaga kesiapan teknis dan mental peserta agar mereka dapat tampil optimal serta membuka peluang melaju ke tingkat nasional.