Lampung (Humas) — Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung mencatat 4.765 publikasi sepanjang Januari–September 2026, yang terdiri atas 1.953 publikasi terkait Asta Cita, 2.846 publikasi Asta Protas, 46 publikasi PHTC, serta 540 publikasi dukungan pusat.
Capaian pengelolaan website, publikasi media, dan penanganan isu tersebut dipaparkan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Zulkarnain, kepada tim juri Humas Award Kementerian Agama Republik Indonesia melalui wawancara virtual menggunakan Zoom, Kamis (29/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Zulkarnain didampingi Ketua Tim Kerja Humas Antonius Jemi, Ketua Tim Data dan Informasi (Datin) Nurul Fajri, serta anggota tim Humas dan Datin Kanwil Kemenag Provinsi Lampung.
“Informasi yang dipublikasikan harus memenuhi kaidah jurnalistik 5W+1H agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas, utuh, dan mudah dipahami,” kata Zulkarnain.
Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan konten yang tidak sekadar melaporkan kegiatan seremonial, tetapi mengangkat substansi program, manfaat, dan dampaknya bagi masyarakat.
“Publikasi bukan hanya tentang mendokumentasikan kegiatan, tetapi juga menyampaikan substansi program, manfaat, dan dampaknya bagi masyarakat,” ujarnya.
Dari sisi pengelolaan kanal digital, website Kanwil Kemenag Lampung mencatat 985.530 kunjungan sepanjang 2026 hingga periode pelaporan dalam materi presentasi. Adapun jumlah kunjungan kumulatif mencapai 1.458.071. Dasbor website juga menampilkan 319 kunjungan pada hari yang dicatat dan 7.212 kunjungan dalam periode bulanan.

Website tersebut memuat beragam informasi dan layanan, mulai dari profil instansi, berita, galeri foto, infografik, video, layanan publik, dokumen publik, informasi kontak, hingga layanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).
Pengembangan website turut memperhatikan kemudahan pencarian informasi, tata letak responsif, ketersediaan tautan dokumen dan unduhan, serta aksesibilitas digital bagi masyarakat dengan kebutuhan yang beragam.
“Website instansi harus menjadi pintu masuk masyarakat untuk memperoleh informasi resmi. Karena itu, informasi perlu disusun secara terstruktur, mudah ditemukan, dan dapat diakses dengan baik,” kata Zulkarnain.
Dalam aspek hubungan media, materi presentasi mencatat 28 berita yang mengutip publikasi Kanwil Kemenag Lampung. Publikasi yang akurat, aktual, relevan, dan memiliki nilai berita menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat.
“Informasi yang disampaikan kepada media harus memiliki nilai berita, akurat, relevan, dan didukung data yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Pemaparan tersebut mencakup kinerja publikasi, pemanfaatan website, kualitas konten, aksesibilitas informasi, serta keterhubungan publikasi dengan media. Seluruh aspek itu menjadi bagian dari bahan yang disampaikan Kanwil Kemenag Lampung dalam penilaian Humas Award Kementerian Agama RI.
“Keberhasilan komunikasi publik tidak hanya dilihat dari banyaknya berita yang diterbitkan atau jumlah kunjungan website, tetapi juga dari sejauh mana informasi tersebut dapat dipahami, diakses, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutur Zulkarnain.