Lampung (Humas) --- Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung, Indra Jaya, mendorong santri Diniyah Takmiliyah untuk terus mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi, baik dalam bidang keagamaan, olahraga, maupun seni.
Hal itu disampaikan Indra saat membuka Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah Takmiliyah (PORSADIN) VII Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026, Sabtu (17/10/2026) di Pondok Pesantren Al Ishlah/MDT Al Ishlah Sukadamai, Natar, Lampung Selatan.
Menurut Indra, PORSADIN bukan hanya menjadi ajang untuk memperebutkan juara, tetapi juga kesempatan bagi para santri untuk mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk melihat hasil pembinaan yang selama ini dilakukan oleh para ustaz dan ustazah di Madrasah Diniyah Takmiliyah.
“PORSADIN bukan sekadar ajang perlombaan untuk mencari juara. Lebih dari itu, PORSADIN adalah wahana silaturahmi akbar untuk mempererat ukhuwah Islamiyah antarsantri Diniyah Takmiliyah se-Provinsi Lampung,” ujar Indra.
Ia mengatakan, santri Diniyah Takmiliyah memiliki potensi yang perlu terus dikembangkan. Tidak hanya dalam ilmu agama, seperti tahfiz, MTQ, MHQ, pidato bahasa Arab, dan kitab kuning, tetapi juga dalam bidang olahraga dan seni.
Menurutnya, pendidikan Diniyah Takmiliyah turut berperan dalam membentuk generasi yang mencintai Al-Qur'an, memiliki ilmu pengetahuan, mencintai tanah air, dan berakhlak mulia.
“Melalui PORSADIN ini, kita ingin menunjukkan bahwa santri Diniyah Takmiliyah tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga unggul dalam olahraga dan seni yang menjunjung tinggi sportivitas, kreativitas, dan akhlakul karimah,” katanya.
Kepada para peserta, Indra berpesan agar mengikuti perlombaan dengan sungguh-sungguh dan menjunjung tinggi kejujuran. Ia mengingatkan bahwa kemenangan bukan satu-satunya hal yang harus dikejar dalam sebuah kompetisi.
“Menang kalah adalah hal biasa. Yang terpenting adalah pengalaman, pelajaran, dan persaudaraan yang anak-anakku dapatkan. Anak-anak semua adalah juara, anak-anakku adalah duta terbaik dari kabupaten/kota masing-masing,” tuturnya.
Indra juga meminta dewan hakim dan juri untuk menjalankan tugas secara adil, objektif, dan amanah. Ia berharap seluruh peserta mendapat penilaian yang sesuai dengan kemampuan dan penampilan mereka selama perlombaan.
Pada kesempatan itu, ia menyampaikan terima kasih kepada pengurus Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) yang terus mendukung pembinaan santri dan pengembangan Madrasah Diniyah Takmiliyah di Lampung.
Ia berharap PORSADIN menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas Madrasah Diniyah Takmiliyah, sekaligus mendorong para santri agar berani menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi.
Peserta yang berhasil meraih hasil terbaik di tingkat provinsi selanjutnya akan dipersiapkan untuk mewakili Lampung pada PORSADINAS VII Tahun 2026.
Indra berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan melahirkan santri-santri terbaik yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu menjaga akhlak, sportivitas, dan persaudaraan.