Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Provinsi

Merawat Bumi, Menghargai Perbedaan: Dua Pesan Kakanwil Zulkarnain untuk Kader PMII

Minggu, 01 November 2026 • Kevin •Editor: Kevin
Merawat Bumi, Menghargai Perbedaan: Dua Pesan Kakanwil Zulkarnain untuk Kader PMII
Kevin
Kevin
Foto: Kevin

Lampung (Humas) --- Merawat lingkungan dan menghargai perbedaan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia dalam mengamalkan ajaran Islam. Dua hal tersebut menjadi pesan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, kepada kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Raden Intan Lampung saat menjadi penceramah dalam kegiatan Pelatihan Kemampuan Dasar (PKD) PMII Raden Intan Lampung di Villa Gatot, Bandar Lampung, Minggu (1/11/2026).

Mengangkat materi fiqhul bi'ah atau fikih lingkungan, Zulkarnain menjelaskan bahwa manusia diciptakan sebagai khalifah di muka bumi yang memiliki tanggung jawab untuk mengelola, memelihara, dan memberdayakan alam. Kedudukan manusia sebagai khalifah bukan berarti memiliki alam semesta, melainkan menerima amanah untuk menjaganya.

"Manusia diciptakan sebagai khalifah di muka bumi. Khalifah itu adalah pengelola, pemelihara, dan pemberdaya. Jadi, bukan kita menguasai bumi. Kita diberikan amanah untuk mengambil manfaat sekaligus menjaga apa yang ada di dalamnya," ujarnya.

Menurut Zulkarnain, kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ajaran Islam. Ia menyoroti berbagai kerusakan lingkungan, seperti deforestasi, kebakaran hutan, pencemaran udara, banjir, dan tanah longsor yang salah satunya dapat dipicu oleh perilaku manusia dalam mengeksploitasi alam.


Ia menegaskan, pemanfaatan sumber daya alam harus dilakukan dengan mempertimbangkan dampak lingkungan. Eksploitasi yang tidak memperhatikan kelestarian alam dapat menimbulkan kerusakan yang dampaknya dirasakan masyarakat luas.

Zulkarnain juga menjelaskan bahwa Islam mengajarkan prinsip menghilangkan bahaya dan mencegah kerusakan. Karena itu, upaya menjaga lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk melakukan penghijauan dan penanaman kembali hutan yang telah mengalami kerusakan.

"Kalau kita melakukan eksploitasi sumber daya alam, harus ada kajian dampak lingkungannya. Jika hutan ditebang, ada kewajiban untuk melakukan penanaman kembali. Jangan hanya mengambil manfaatnya, tetapi mengabaikan kelestariannya," katanya.

Selain mengajak menjaga bumi, Zulkarnain menyampaikan pesan kedua tentang pentingnya menghargai perbedaan dan mengamalkan moderasi beragama. Ia mengingatkan para kader PMII agar tidak terjebak dalam sikap merasa paling benar, eksklusif, maupun mudah menyalahkan pandangan orang lain.

Menurut dia, Islam mengajarkan umatnya untuk bersikap moderat, tidak berlebihan dalam beragama, serta menghargai perbedaan pendapat selama memiliki landasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Jangan merasa paling benar, merasa hanya kelompok kita yang masuk surga, sementara yang lain dianggap salah. Kalau ada perbedaan pendapat dan memiliki dalil, kita harus saling menghargai," tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberagaman suku, bangsa, dan latar belakang merupakan ketetapan Allah SWT. Sebagaimana pesan dalam Surah Al-Hujurat ayat 13, manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal.

Zulkarnain menekankan bahwa semangat moderasi beragama harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, termasuk menjaga hubungan baik dengan pemeluk agama lain. Menurut dia, setiap orang harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada sesama, baik melalui ucapan maupun tindakan.


Lebih lanjut, ia mengajak kader PMII untuk menjadikan kemampuan intelektual, tenaga, dan potensi diri sebagai sarana pengabdian kepada masyarakat, umat, dan negara.

"Jadilah seorang mujahid yang mengerahkan seluruh kemampuan, baik intelektual maupun tenaga, untuk berkhidmat kepada umat dan negara. Tebarkan kebaikan kepada siapa pun," pesannya.

Melalui dua pesan tersebut, Zulkarnain mengingatkan bahwa keberagamaan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah, tetapi juga melalui tanggung jawab menjaga alam, menghormati sesama, dan menghadirkan manfaat bagi kehidupan masyarakat.