Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Madrasah

MTsN 1 Way Kanan Mantapkan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah

Rabu, 23 September 2026 • MTsN 1 Way Kanan •Editor: Anggithya
MTsN 1 Way Kanan Mantapkan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah
MTsN 1 Way Kanan
MTsN 1 Way Kanan
Foto: Kartono, S.Kom

Way Kanan MTsN 1 Humas — MTsN 1 Way Kanan turut berpartisipasi dalam kegiatan implementasi KMA tentang Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi madrasah se-Kabupaten Way Kanan, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan pemahaman dan penerapan kurikulum yang menempatkan nilai-nilai cinta, kepedulian, dan karakter sebagai bagian penting dalam proses pendidikan di madrasah.

Dalam kegiatan tersebut, MTsN 1 Way Kanan mengutus empat guru untuk mengikuti rangkaian kegiatan secara langsung. Keempat guru tersebut yakni Susi Herawati, guru Matematika; Tubagus Adi Kuswoyo, guru PJOK; Riduan, guru PKn; serta Supiyadi, guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Kehadiran para guru tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai implementasi KBC sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan pembelajaran di madrasah.

Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Kepala MTsN 1 Way Kanan, Meliani. Kehadiran kepala madrasah menunjukkan komitmen MTsN 1 Way Kanan dalam mendukung kebijakan pengembangan kurikulum sekaligus memastikan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dapat dipahami oleh pendidik dan diterapkan dalam proses pembelajaran.

Melalui KBC, madrasah diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu membangun lingkungan pendidikan yang menumbuhkan sikap saling menghargai, empati, kasih sayang, tanggung jawab, dan kepedulian. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari warga madrasah.

Meliani menyampaikan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta membutuhkan keterlibatan seluruh unsur madrasah. “Kurikulum Berbasis Cinta bukan hanya menjadi sebuah konsep, tetapi harus kita hadirkan dalam proses pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di madrasah. Guru memiliki peran penting untuk menanamkan nilai cinta, kepedulian, dan keteladanan kepada peserta didik,” ujarnya.

Ia berharap para guru yang mengikuti kegiatan tersebut dapat meneruskan pemahaman yang diperoleh kepada rekan-rekan pendidik lainnya di MTsN 1 Way Kanan. Dengan demikian, implementasi KMA 1503 dan Kurikulum Berbasis Cinta dapat berjalan secara konsisten serta menjadi bagian dari upaya madrasah dalam membentuk peserta didik yang berilmu, berkarakter, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian terhadap sesame (Khabib).