Tanggamus, MTsN 2 (Humas) — MTsN 2 Tanggamus mengikuti kegiatan fasilitasi pelaksanaan First Aider Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) di Sekolah yang dilaksanakan di Mushola Al Ikhlas MTsN 2 Tanggamus, Jumat (16/10), pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh 21 siswa MTsN 2 Tanggamus.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai pentingnya kesehatan mental serta cara memberikan pertolongan awal kepada teman yang mengalami tekanan atau kesulitan psikologis. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu mengenali kondisi emosional diri sendiri maupun orang lain, menumbuhkan kepedulian, serta membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada Surat Perintah Tugas dari UPTD Puskesmas Kedaloman, Kecamatan Gunung Alip, terkait fasilitasi pelaksanaan P3LP di sekolah. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan psikologis dalam mendukung tumbuh kembang dan proses belajar peserta didik.
Kepala MTsN 2 Tanggamus, H. Nurzaman, S.Ag., M.Pd.I., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, perhatian terhadap kesehatan mental siswa merupakan bagian penting dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang positif.
“Pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga harus memperhatikan kesehatan mental dan perkembangan karakter peserta didik. Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa semakin peduli terhadap kondisi dirinya dan teman-temannya, mampu saling memberikan dukungan, serta tidak ragu mencari bantuan dari guru atau tenaga profesional ketika menghadapi masalah,” ungkapnya.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan sikap empati, kepedulian, dan keberanian siswa untuk saling membantu secara tepat ketika menghadapi permasalahan psikologis di lingkungan sekolah.
Dengan adanya kegiatan fasilitasi P3LP ini, MTsN 2 Tanggamus terus berupaya mendukung terciptanya lingkungan madrasah yang sehat, ramah anak, dan peduli terhadap kesejahteraan psikologis peserta didik. Sinergi antara madrasah dan tenaga kesehatan diharapkan dapat membantu siswa tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan berprestasi. (Idef/ViAn)