Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Madrasah

Murid MTsN 1 Mesuji Pelajari Teknik Dasar Jalan Cepat

Rabu, 04 November 2026 • MTsN 1 Mesuji •Editor: Okta
Murid MTsN 1 Mesuji Pelajari Teknik Dasar Jalan Cepat
MTsN 1 Mesuji
MTsN 1 Mesuji
Foto: Awidadty

Mesuji, MTsN 1 (Humas) — Murid kelas VIII A MTsN 1 Mesuji mengikuti praktik jalan cepat dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di halaman madrasah, Rabu (4/11/2026). Kegiatan ini bertujuan mengenalkan sekaligus melatih murid menerapkan teknik dasar jalan cepat dengan benar.

Guru PJOK MTsN 1 Mesuji, Andria, menjelaskan bahwa jalan cepat memiliki teknik gerakan yang berbeda dari jalan biasa maupun lari. Salah satu ciri utamanya adalah gerakan kaki yang diawali dengan tumit menyentuh tanah, kemudian telapak kaki bergulir hingga ujung kaki memberikan dorongan untuk langkah berikutnya.

“Dalam jalan cepat, tumit menjadi bagian kaki yang pertama kali menyentuh tanah. Berbeda dengan lari, dalam jalan cepat harus selalu ada salah satu kaki yang menyentuh tanah. Karena itu, teknik langkah dan koordinasi gerakan perlu diperhatikan,” jelas Andria.

Dalam praktik tersebut, murid mempelajari beberapa teknik dasar, mulai dari posisi badan, gerakan kaki, hingga ayunan lengan. Posisi badan dijaga tetap tegak dengan sedikit condong ke depan secara alami, sedangkan pandangan diarahkan ke depan. Kedua lengan diayunkan secara bergantian mengikuti irama langkah untuk membantu menjaga keseimbangan tubuh.

Pada gerakan kaki, tumit menyentuh tanah terlebih dahulu sebelum telapak kaki bergulir ke depan. Kaki depan juga harus tetap lurus ketika pertama kali menyentuh tanah hingga posisi tubuh melewati kaki tersebut. Teknik ini menjadi salah satu ketentuan penting dalam olahraga jalan cepat.

Berbeda dengan jalan biasa yang dilakukan dalam aktivitas sehari-hari, jalan cepat memiliki aturan teknik khusus. Perbedaannya dengan lari terletak pada kontak kaki dengan tanah. Dalam jalan cepat, setidaknya satu kaki harus selalu menyentuh permukaan tanah, sedangkan dalam lari terdapat fase ketika kedua kaki tidak menyentuh tanah atau tubuh berada dalam posisi melayang.

Melalui praktik langsung di halaman madrasah, murid diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan teknik jalan cepat dengan benar. Pembelajaran ini sekaligus melatih koordinasi gerak dan meningkatkan kebugaran jasmani murid. (AWidadty)