Mesuji, MTsN 1 (Humas) — Murid kelas VII A hingga VII E MTsN 1 Mesuji bergotong royong membersihkan lingkungan madrasah pada Rabu (21/10/2026). Kegiatan grebeg sampah dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional ini dilakukan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan sekaligus membiasakan murid bertanggung jawab menjaga lingkungan.
Agar kegiatan berjalan efektif, seluruh murid dibagi berdasarkan lokasi yang menjadi tanggung jawab masing-masing kelas. Pembagian ini mencakup halaman depan dan belakang, ruang kelas, area parkir, serta musala. Sebagai contoh, murid kelas VII A bertugas membersihkan lingkungan musala dan area parkir. Dengan pembagian tugas tersebut, setiap kelompok dapat berfokus membersihkan area yang telah ditentukan. Murid tidak hanya memungut sampah di luar ruangan, tetapi juga memperhatikan kebersihan bagian dalam madrasah, termasuk ruang kelas dan tempat ibadah.
Wali Kelas VII, Endang Sumiyati, mengatakan bahwa pembagian area berdasarkan kelas dilakukan agar kegiatan gotong royong lebih terarah dan seluruh lingkungan madrasah dapat dibersihkan secara merata.
“Seluruh murid dibagi berdasarkan lokasi yang harus dibersihkan agar kegiatan lebih efektif. Setiap kelas memiliki tanggung jawab terhadap area masing-masing, sehingga semua bagian lingkungan madrasah dapat diperhatikan dan dibersihkan bersama-sama,” ujar Endang Sumiyati.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar membersihkan sampah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran karakter. Melalui pembagian tugas dan kerja sama, murid belajar tentang tanggung jawab, kedisiplinan, serta pentingnya menjaga kebersihan fasilitas yang digunakan bersama. Grebeg sampah di lingkungan madrasah melengkapi kegiatan serupa yang dilakukan murid di sejumlah masjid, musala, dan Alun-alun Simpang Pematang. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian warga MTsN 1 Mesuji dalam menyambut Hari Santri Nasional.
Melalui kegiatan tersebut, madrasah berharap murid terbiasa menjaga kebersihan tanpa harus menunggu kegiatan khusus. Semangat gotong royong yang tumbuh diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan, baik di lingkungan madrasah maupun dalam kehidupan sehari-hari. (AWidadty)