Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Madrasah

Tegakkan Kesederhanaan dan Etika Berpenampilan, MAN 1 Mesuji Rilis Aturan Larangan Kosmetik Berlebihan Bagi Siswi

Sabtu, 03 Oktober 2026 • MAN 1 Mesuji •Editor: Okta
Tegakkan Kesederhanaan dan Etika Berpenampilan, MAN 1 Mesuji Rilis Aturan Larangan Kosmetik Berlebihan Bagi Siswi
MAN 1 Mesuji
MAN 1 Mesuji
Foto: Deri Setiawan

Mesuji, MAN 1 (Humas) - Dalam upaya menjaga kesopanan, efisiensi, serta fokus peserta didik terhadap proses pembelajaran, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Mesuji resmi mengeluarkan imbauan dan peraturan tegas terkait standar berpenampilan bagi para siswi. Kebijakan baru ini secara khusus mengatur penggunaan produk tata rias secara berlebihan di lingkungan madrasah, Sabtu (03/10/2026)

Berdasarkan aturan tersebut, pihak madrasah melarang para siswi mengenakan riasan berlebihan seperti lipstik yang mencolok, alas bedak , eyeliner , eyeshadow , serta berbagai produk kosmetik dekoratif lainnya saat berada di lingkungan sekolah. Sebaliknya, madrasah hanya memperbolehkan penggunaan produk perawatan kulit dan kebersihan diri yang bersifat dasar dan alami, seperti tabir surya (tabir surya) untuk melindungi kulit, parfum secukupnya, serta deodoran guna menjaga kesegaran tubuh sehari-hari.

Program pelatihan dan penertiban penampilan ini dirancang dan digagas langsung oleh Wakil Kepala (Waka) Kesiswaan, Arien Widayanti bersama dengan Guru Bimbingan Konseling (BK), Linda Wati Kebijakan ini dihadirkan bukan untuk membatasi kreativitas siswi, melainkan untuk menanamkan nilai-nilai sensitivitas, kerapian, serta kesetaraan di antara sesama peserta didik.

Menanggapi diberlakukannya aturan baru ini, Waka Kesiswaan Arien Widayanti menyampaikan bahwa lingkungan madrasah adalah tempat menuntut ilmu yang menjunjung tinggi etika dan kepantasan:

"Aturan ini kami buat dengan penuh kasih sayang demi kebaikan anak-anak kami tercinta. Sekolah adalah tempat untuk menimba ilmu dan membentuk kepribadian, bukan ajang untuk tampil berlebihan dengan riasan. Kami ingin para siswi tampil apa adanya sesuai usia remaja mereka, bersih, rapi, dan natural," ungkap Arien Widayanti.

Senada dengan hal tersebut, Guru BK Linda Wati menambahkan bahwa pelatihan kedisiplinan berpenampilan ini juga memegang peranan penting terhadap fokus dan kesehatan mental siswa:

“Dari sudut pandang bimbingan konseling, penampilan yang berlebihan seringkali justru memicu distraksi dalam belajar dan rasa tidak percaya diri yang tidak perlu. Dengan tekad ini—di mana siswi tetap diperbolehkan merawat kesehatan kulit menggunakan tabir surya dan menjaga kesegaran tubuh dengan deodoran serta parfum secukupnya—kami ingin mereka lebih fokus pada prestasi, kebersihan diri akademik, dan etika pergaulan yang santun,” jelas Linda Wati.

Melalui sosialisasi dan penerapan aturan tata rias yang bijak ini, Kepala Madrasah Eko Wibowo berharap seluruh siswi dapat mematuhi ketentuan dengan kesadaran penuh, sehingga tercipta lingkungan madrasah yang tertib, anggun secara akhlak, serta nyaman bagi seluruh warga sekolah. (deri)