Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Provinsi

33 Juara OMI Lampung Terima Penghargaan, 11 Peserta Melaju ke Tingkat Nasional

Senin, 19 Oktober 2026 • Anggithya
33 Juara OMI Lampung Terima Penghargaan, 11 Peserta Melaju ke Tingkat Nasional
Anggithya
Anggithya
Foto: Kevin
Lampung (humas) --- Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung memberikan penghargaan kepada 33 juara Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Provinsi Lampung dan 11 peserta dipersiapkan untuk mewakili Lampung pada kompetisi tingkat nasional. Penghargaan diserahkan oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Zulkarnain, didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Yan Maradonna dan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Herry Setiawan, Senin (19/10/2026) di Aula Saibatin, kantor setempat. 

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pembinaan terhadap 33 Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) dan kepala madrasah se-Provinsi Lampung.

Zulkarnain mengatakan, OMI menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi akademik, mengasah kemampuan berpikir kritis, serta membangun karakter dan kepercayaan diri dalam berkompetisi.

Ia menyebutkan, OMI tingkat Provinsi Lampung diikuti 495 peserta dari 15 kabupaten dan kota. Dari jumlah tersebut, sebanyak 33 peserta berhasil meraih juara pertama, kedua, dan ketiga dalam berbagai bidang yang diperlombakan. “Dari 495 peserta yang berkompetisi dari 15 kabupaten dan kota, pada hari ini kita mendapatkan 33 peserta yang berhasil mendapatkan juara satu, dua, dan tiga,” ujar Zulkarnain dalam sambutannya.

Menurut dia, setiap peserta didik memiliki keunggulan masing-masing yang perlu dikenali dan dikembangkan melalui pembinaan berkelanjutan. Karena itu, madrasah perlu memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakatnya.

“Setiap siswa atau siswi pasti memiliki keistimewaan dan kelebihan dibandingkan yang lain. Bagaimana kita bisa memajukan prestasi mereka? Kita harus terus mengembangkan dan mengasah minat serta bakat yang mereka miliki,” katanya.

Zulkarnain juga menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis atau critical thinking dalam proses pembelajaran. Selain penguasaan materi, peserta didik perlu memiliki mental yang kuat, kedisiplinan, kerja keras, dan kepercayaan diri untuk menghadapi persaingan.

Sebagai bentuk apresiasi, para pemenang OMI tingkat Provinsi Lampung menerima piala dan uang pembinaan sesuai dengan peringkat yang diraih. Juara pertama memperoleh piala dan uang pembinaan sebesar Rp 1 juta, juara kedua mendapatkan piala dan uang pembinaan sebesar Rp 750.000, sedangkan juara ketiga menerima piala dan uang pembinaan sebesar Rp 500.000.

Zulkarnain berharap penghargaan tersebut dapat memotivasi peserta didik untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Ia juga mendorong kepala madrasah memberikan apresiasi kepada siswa berprestasi sebagai bagian dari pembinaan yang berkelanjutan.

Kepada peserta yang akan mewakili Lampung di tingkat nasional, Zulkarnain berpesan agar mereka menjaga kesehatan, mempersiapkan diri dengan baik, dan tidak terbebani oleh tuntutan untuk menjadi juara. “Tidak perlu terlalu khawatir apakah nanti juara atau tidak. Kalian sudah mewakili Provinsi Lampung. Kalian yang terpilih memberikan yang terbaik untuk Provinsi Lampung,” ujarnya.

Ia meminta para peserta tetap percaya diri dalam menghadapi kompetisi. Menurut dia, disiplin, kerja keras, dan doa menjadi bagian penting dalam mempersiapkan diri untuk memberikan hasil terbaik.

“Yakin bahwa kita bisa. Mereka bisa, kenapa kita tidak bisa? Harus disiplin, kerja keras, dan tentunya berdoa,” kata Zulkarnain.

Ia juga mengharapkan dukungan orang tua, guru, pendamping, dan kepala madrasah agar para peserta dapat mengikuti tahapan kompetisi nasional dengan optimal. Dukungan tersebut diperlukan untuk menjaga semangat sekaligus membantu siswa menghadapi tantangan selama perlombaan.

Selain mendorong peningkatan prestasi siswa, Zulkarnain mengingatkan kepala madrasah agar menjalankan tugas secara bertanggung jawab dan memastikan penggunaan anggaran sesuai dengan ketentuan. Pengelolaan dana, termasuk dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), harus dilakukan secara akuntabel agar mendukung kebutuhan pembelajaran dan pengembangan potensi siswa.

“Bagaimana siswa ini akan berprestasi kalau kita saja mengurus rumah kita sendiri belum mampu?” ujarnya, menekankan pentingnya tata kelola madrasah dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan.

Ia mendorong kepala madrasah mengembangkan program yang berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan kompetensi siswa, dan pencapaian prestasi yang terukur.

Sementara itu, Ketua Komite OMI Provinsi Lampung Rika Irasanti menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kompetisi, mulai dari jajaran pimpinan, kepala madrasah, pendamping, operator, hingga panitia penyelenggara.

Rika menegaskan bahwa penentuan pemenang OMI tingkat provinsi dilakukan berdasarkan hasil penilaian kompetisi. 

“Kami mohon doa dari seluruh orang tua, guru, pendamping, dan jajaran yang ada di kabupaten dan kota. Doakan anak-anak kita agar Lampung dapat meraih prestasi di tingkat nasional,” ujarnya.

Rika turut mengapresiasi dukungan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Lampung dan seluruh panitia yang telah membantu pelaksanaan OMI sejak tahap persiapan hingga pengumuman hasil dan pembagian penghargaan.

Ia berharap kerja sama antara Kanwil Kemenag, madrasah, guru, pendamping, dan orang tua dapat terus diperkuat untuk mendukung pembinaan peserta didik serta meningkatkan prestasi madrasah di tingkat nasional.

Pada akhir sambutannya, Rika menyampaikan bahwa kepanitiaan OMI tingkat Provinsi Lampung secara resmi dibubarkan setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan.

Melalui pemberian penghargaan dan pembinaan tersebut, Kanwil Kemenag Lampung berharap prestasi para juara OMI menjadi pemacu bagi madrasah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mempersiapkan peserta didik menghadapi kompetisi di tingkat nasional. (Humas)