Tanggamus, MTsN 1 (Humas) – Wakil
Kepala Bidang Kurikulum MTsN 1 Tanggamus, Hj. Fajarita Riesmawati, bersama Guru
Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Hariyanto, berkontribusi dalam kegiatan
penting yang diadakan di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tanggamus. Acara
ini, yang berlangsung pada Rabu, 25 September 2024, berfokus pada Analisis
Kebutuhan Pelatihan (AKP) tahun 2025 serta Evaluasi Pasca Pelatihan (EPP) tahun
2024.
Kegiatan ini dihadiri oleh
perwakilan dari Loka Diklat Keagamaan Bandar Lampung, di antaranya Irwansyah,
M.Pd.I, RA Mustika Hariyanti, M.Pd, dan Viggy Anggini, M.E. Mereka berperan
sebagai tim dalam menganalisis kebutuhan pelatihan dan evaluasi pasca
pelatihan, memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai kebutuhan pelatihan di
lingkungan madrasah. Acara ini juga didampingi oleh Hidayatullah, S.Pd.I, M.M,
Analis Sumber Daya Aparatur Muda Kemenag Tanggamus, yang memastikan kelancaran
proses analisis dan evaluasi.
Hj. Fajarita menggarisbawahi
pentingnya kegiatan ini dalam merumuskan kebutuhan pelatihan yang relevan demi
peningkatan kualitas pendidikan di madrasah. "Kegiatan ini memberi ruang
bagi kami untuk menyampaikan masukan terkait kebutuhan pelatihan yang sesuai
dengan tantangan pendidikan saat ini," ujarnya. Ia berharap program
pelatihan mendatang dapat lebih terarah dalam mengembangkan kompetensi guru di
berbagai bidang.
Hariyanto menambahkan bahwa
pelatihan dalam bidang pendidikan jasmani sangatlah penting. "Kami
berharap pelatihan mendatang dapat lebih mendalam, terutama dalam olahraga dan
kesehatan, sehingga kompetensi guru dalam mengajar di madrasah dapat
diperkuat," jelasnya.
Kegiatan ini melibatkan berbagai
pihak, termasuk Kepala Madrasah MI, MTs, MA, Kepala KUA, Pengawas, Penyuluh
Agama, serta Guru Madrasah se-Kabupaten Tanggamus. Masukan dari peserta
diharapkan menjadi landasan berharga untuk merancang program pelatihan tahun
2025 yang lebih efektif.
Keikutsertaan kedua perwakilan MTsN
1 Tanggamus ini mencerminkan komitmen MTsN 1 Tanggamus dalam terus meningkatkan
kualitas tenaga pendidiknya, untuk siap menghadapi tantangan pendidikan yang
kian kompleks. (In/ Mela Basyar)