Way Kanan, MTsN 1 (Humas) — Kantor Kementerian Agama Wilayah Lampung resmi mengeluarkan rekomendasi terkait pelaksanaan kegiatan “Indonesia OSIS Leadership Camp 2025” serta persiapan pembentukan “Forum Koordinasi Kesiswaan Madrasah” tingkat provinsi. Rekomendasi ini menjadi langkah strategis dalam menguatkan kualitas kepemimpinan siswa madrasah sekaligus memperluas jejaring kolaborasi antar lembaga pendidikan. MTsN 1 Way Kanan turut menjadi salah satu madrasah yang menerima arahan tersebut pada Rabu, 19 November 2025.
Dalam rekomendasi tersebut, Kemenag menekankan pentingnya pengembangan karakter siswa melalui pelatihan kepemimpinan modern yang terstruktur dan berkelanjutan. Program Indonesia OSIS Leadership Camp 2025 dinilai relevan sebagai wadah peningkatan soft skills, seperti kemampuan komunikasi, kerja sama, dan problem solving, yang dibutuhkan siswa dalam menghadapi tantangan era digital. Madrasah diharapkan dapat mendorong perwakilan OSIM untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan nasional tersebut.
Selain itu, Kemenag Lampung juga menginisiasi pembentukan Forum Koordinasi Kesiswaan Madrasah (FKKM) tingkat provinsi sebagai ruang koordinasi dan sinergi antar-pembina kesiswaan. Forum ini dirancang untuk memperkuat pembinaan karakter, pengembangan bakat minat, serta pengelolaan kegiatan kesiswaan agar lebih terarah dan selaras dengan kebijakan nasional. Kehadiran forum ini dinilai mampu mempermudah pertukaran informasi dan inovasi antar madrasah.
MTsN 1 Way Kanan menyambut baik rekomendasi tersebut dan mulai melakukan persiapan internal, terutama dalam proses seleksi siswa yang akan mewakili madrasah pada Indonesia OSIS Leadership Camp 2025. Pihak madrasah juga menyiapkan pembina kesiswaan untuk terlibat aktif dalam perumusan awal FKKM tingkat provinsi. Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan kualitas pembinaan siswa secara menyeluruh.
Dengan adanya rekomendasi ini, diharapkan seluruh madrasah di Provinsi Lampung, termasuk MTsN 1 Way Kanan, dapat lebih siap dalam menghadirkan generasi pelajar yang berkarakter, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Kemenag menegaskan bahwa kolaborasi antar madrasah menjadi kunci dalam membangun ekosistem pendidikan yang maju dan responsif terhadap perkembangan zaman. (JM)