Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Madrasah

Ketika Kurikulum Bertemu Cinta: Delapan Madrasah Dalami Pembelajaran Bermakna

Rabu, 12 Agustus 2026 MTsN 2 Way Kanan Editor: Anggithya
Ketika Kurikulum Bertemu Cinta: Delapan Madrasah Dalami Pembelajaran Bermakna
MTsN 2 Way Kanan
MTsN 2 Way Kanan
Foto: Andre

Way Kanan, MTsN 2 (Humas) -- Rabu, 12 Agustus 2026, Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah terus dilakukan melalui penguatan kompetensi pendidik dan kolaborasi lintas satuan pendidikan. Hal tersebut diwujudkan melalui Workshop Kurikulum Merdeka Berbasis Cinta dengan tema “Melalui Pendekatan Mendalam untuk Mewujudkan Pembelajaran Bermakna” yang dilaksanakan di MTsN 2 Way Kanan.

Kegiatan ini diikuti oleh delapan madrasah, yakni MTsN 2 Way Kanan, MA Almaarif Serupa Indah, MA Ma'arif Bumimulya, MA Nurul Huda Tegal Mukti, MTs Al Islamiyyah Purwa Negara, MTs Ma'arif 1 Bumi Mulya, MTs Hidayatul Muslihin Bumijaya, dan MTs Pondok Modern Mekkah.

Workshop menghadirkan Darmadi, Fasilitator Nasional Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Kementerian Agama RI, sebagai narasumber. Kehadiran fasilitator nasional tersebut memberikan penguatan kepada para pendidik mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta serta pendekatan pembelajaran mendalam untuk mewujudkan proses belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik.

Dalam penyampaiannya, Darmadi menekankan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar konsep, tetapi perlu diwujudkan dalam praktik pembelajaran sehari-hari. Nilai-nilai cinta, kepedulian, penghargaan, dan keteladanan perlu hadir dalam hubungan antara guru dan peserta didik maupun dalam lingkungan madrasah secara keseluruhan.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, dan mendorong peserta didik untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki.

Selain itu, pembelajaran mendalam mendorong guru untuk tidak hanya mengejar penyelesaian materi, tetapi menghadirkan proses belajar yang membuat peserta didik mampu memahami, menghubungkan, merefleksikan, dan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan nyata.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Hayamudin selaku Kasi Pendidikan Madrasah dan Suwanto selaku Kapokjawas Madrasah. Kehadiran unsur pembina madrasah tersebut turut memberikan penguatan terhadap upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan implementasi kebijakan pendidikan di lingkungan madrasah.

Kepala MTsN 2 Way Kanan, Muhtar Jamil, menyampaikan bahwa workshop lintas madrasah tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kompetensi pendidik.

“Pembelajaran yang bermakna tidak hanya membuat peserta didik memahami materi, tetapi juga bagaimana mereka tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter. Karena itu, guru perlu terus belajar dan beradaptasi agar proses pembelajaran semakin dekat dengan kebutuhan peserta didik,” ujar Muhtar Jamil.

Menurutnya, kolaborasi antarmadrasah menjadi ruang yang baik untuk saling berbagi pengalaman dan praktik baik. Dengan demikian, pemahaman yang diperoleh selama workshop dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik peserta didik dan kondisi masing-masing madrasah.

Workshop juga menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik. Pembentukan karakter, kepedulian, kemandirian, kemampuan bekerja sama, serta tumbuhnya kecintaan peserta didik terhadap proses belajar menjadi bagian penting dari pendidikan yang bermakna.

Melalui kegiatan tersebut, para pendidik diharapkan mampu membawa semangat Kurikulum Berbasis Cinta ke dalam ruang-ruang kelas dan menjadikannya bagian dari budaya pembelajaran di madrasah.

Kolaborasi delapan madrasah dalam kegiatan ini menjadi langkah bersama untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga memanusiakan dan membentuk karakter peserta didik.(Andre)