Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Madrasah

Lawan Amnesia Budaya di Era Digital, Andri Sofyandi Gelorakan Semangat 'Kamis Beradat' di MTsN 1 Lamsel

Selasa, 11 Agustus 2026 MTsN 1 Lampung Selatan Editor: Antonius Jemi
Lawan Amnesia Budaya di Era Digital, Andri Sofyandi Gelorakan Semangat 'Kamis Beradat' di MTsN 1 Lamsel
MTsN 1 Lampung Selatan
MTsN 1 Lampung Selatan
Foto: Andri Sofyandi

Lampung Selatan, MTsN 1 (Humas) – Pelaksanaan Upacara Bendera pada Senin pagi, 10 Agustus 2026, di lapangan utama Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Lampung Selatan berlangsung khidmat dan penuh semangat. Upacara yang diikuti oleh seluruh warga madrasah ini berjalan tertib dengan kelancaran formasi petugas dari siswa-siswi kelas IX C.

Bertindak sebagai Pembina Upacara pada pagi itu adalah Andri Sofyandi, S.H., M.Pd. Selaras dengan dedikasinya sebagai tenaga pendidik mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) serta muatan lokal Bahasa Lampung di madrasah tersebut, beliau menyampaikan amanat yang sangat menggugah hati terkait implementasi kebijakan Gubernur tentang "Kamis Beradat".

Di hadapan ratusan siswa dan jajaran dewan guru, Andri Sofyandi menyoroti tantangan terbesar generasi muda di pusaran era digital. Beliau mengingatkan bahwa masuknya budaya asing dan tren global secara masif dapat mengancam jati diri serta kebanggaan sebagai Muli dan Mekhanai Lampung.

Ia menegaskan bahwa kebijakan "Kamis Beradat" bukan sekadar aturan administratif atau formalitas mengganti seragam. "Kamis Beradat adalah sebuah perlawanan! Perlawanan terhadap amnesia budaya. Ini adalah manifesto bahwa kita, warga madrasah, masyarakat Lampung, tidak akan pernah membiarkan identitas kita luntur tergerus zaman. Hari Kamis adalah panggung kita untuk berseru kepada dunia: 'Ini pakaian kami, ini bahasa kami, dan kami bangga memilikinya!'" seru Bapak Andri dengan lantang.

Lebih lanjut, pembina upacara memotivasi para peserta didik untuk meneladani bangsa-bangsa besar yang mampu menguasai teknologi tanpa pernah melepaskan akar tradisi dan bahasa leluhurnya. "Mulai Kamis ini dan seterusnya, saat kalian mengenakan atribut daerah, kenakanlah dengan dada membusung! Saat kalian menyapa teman dan guru dengan Bahasa Lampung, ucapkanlah dengan lantang dan penuh kehormatan! Mari kita buktikan, bahwa dari madrasah ini, lahir generasi digital yang otaknya secerdas peradaban global, namun hatinya tetap berpijak kuat pada kearifan lokal," tambahnya.

Amanat yang membakar semangat pelestarian budaya tersebut mendapat apresiasi tinggi dan dukungan penuh dari Kepala MTsN 1 Lampung Selatan, Rahmi Zulyana, S.Ag., M.Pd.I. Beliau menilai pesan yang disampaikan sangat relevan dengan visi pembentukan karakter di madrasah. "Amanat yang disampaikan oleh Bapak Andri Sofyandi hari ini sangat luar biasa dan tepat sasaran. Beliau telah membuka mata kita semua bahwa 'Kamis Beradat' adalah panggung pembentukan karakter. MTsN 1 Lampung Selatan berkomitmen penuh untuk tidak hanya menjadi madrasah yang unggul secara akademik dan keagamaan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam merawat warisan budaya. Saya berharap seluruh guru, staf, dan siswa dapat memaknai setiap helai pakaian adat dan setiap tutur Bahasa Lampung yang kita gunakan nanti sebagai bentuk kebanggaan dan cinta pada Tanah Lampung," tegas Rahmi Zulyana. (Andri)