LAMPUNG SELATAN, MAN 1 (Humas) — Suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan mewarnai halaman pangkalan Abu Bakar dan Siti Fatimah MAN 1 Lampung Selatan. Seluruh civitas akademika, pembina, serta ratusan pramuka penegak berkumpul dalam Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65, sebuah momentum bersejarah yang mengukuhkan kembali komitmen kepanduan dalam membangun bangsa.
Dalam amanatnya, Pembina Upacara Kamabigus Pangkalan Abu Bakar dan Siti Fatimah menguraikan secara mendalam esensi tema nasional Hari Pramuka ke-65. Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah peta jalan (roadmap) tindakan nyata bagi generasi muda.
"Pramuka bukan hanya tentang kecakapan berorganisasi di dalam perkemahan, tetapi tentang bagaimana hadir memberi solusi nyata bagi bangsa. Swasembada pangan adalah pilar kedaulatan, dan anggota Pramuka adalah garda terdepan pelopor kemandirian tersebut," tegaskan Pembina Upacara.
Relevansi Tema dengan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka
Pengabdian Masyarakat (Tri Satya): Janji "Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat" diwujudkan secara konkret melalui kepedulian terhadap ketahanan pangan. Anggota Pramuka didorong untuk memanfaatkan teknologi ramah lingkungan, urban farming, serta menjaga ekosistem alam.
Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia (Dasa Darma ke-2): Upaya mendukung swasembada pangan berakar pada rasa hormat terhadap tanah air dan lingkungan. Pramuka diajarkan untuk mengelola sumber daya alam secara bijak tanpa merusaknya.
Disiplin, Berani, dan Setia (Dasa Darma ke-8): Penguatan organisasi kepanduan membutuhkan tata kelola yang solid dan konsisten. Ketahanan pangan nasional hanya dapat dicapai melalui kedisiplinan kolektif dan keberanian melakukan inovasi di bidang pertanian modern.
Kepala MAN 1 Lampung Selatan, Dr. Hj. Yayuk Dwi Wahyuni, S.Pd.I., M.Ag., memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya peringatan yang berjalan penuh hikmat dan bermakna ini. Beliau menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai kepanduan dengan karakter madrasah.
"Pramuka di MAN 1 Lampung Selatan harus menjadi wadah pembentukan karakter yang unggul, berakhlakul karimah, dan berwawasan luas. Melalui momentum Hari Pramuka ke-65 ini, saya berharap para siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki ketangguhan moral dan kepedulian sosial yang tinggi. Ketika Indonesia menyongsong Emas 2045, alumni madrasah kita telah siap menjadi pemimpin yang membawa kemandirian bagi bangsa," tutur Dr. Hj. Yayuk Dwi Wahyuni.
Pramuka (Praja Muda Karana) pada hakikatnya adalah kawah candradimuka pemuda Indonesia. Di dalamnya tertanam kebiasaan hidup mandiri, kepemimpinan yang beretika, serta semangat gotong royong. Peringatan ke-65 ini menegaskan kembali bahwa Pramuka tetap relevan melintasi zaman—menghubungkan nilai-nilai luhur tradisi dengan tantangan global masa depan. (R.Habibi)