Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Provinsi

Penyuluh Agama Islam Trimurjo Tanamkan Akhlak Mulia Kepada Santri Baru Melalui Kegiatan MPLS

Jumat, 17 Juli 2026 Fadilah
Penyuluh Agama Islam Trimurjo Tanamkan Akhlak Mulia Kepada Santri Baru Melalui Kegiatan MPLS
Fadilah
Fadilah
Foto: Fadilah

Kemenag Lampung (Humas)— Penyuluh Agama Islam Kecamatan Trimurjo memberikan Bimbingan Remaja Usia Sekolah kepada peserta didik baru dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Pondok Pesantren Nasyrul Ulum Tempuran 12A, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah.

Kegiatan yang diikuti sekitar 250 siswa dan siswi baru tersebut bertujuan membekali para remaja dengan nilai-nilai keislaman, memperkuat akhlak mulia, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga diri dari perilaku yang bertentangan dengan ajaran agama, termasuk pergaulan bebas yang berpotensi memicu terjadinya pernikahan dini.

Dalam penyampaiannya, para penyuluh agama mengajak peserta untuk menjadikan masa remaja sebagai momentum memperkuat karakter, memperdalam ilmu agama, serta membangun cita-cita melalui pendidikan. Para siswa juga diingatkan agar bijak dalam memilih lingkungan pergaulan dan memanfaatkan media sosial secara bertanggung jawab.

Ketua Tim Layanan Penerangan agama islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung, Hj. Halimah Tusa’diyah, mengapresiasi pelaksanaan bimbingan tersebut sebagai bagian dari upaya pembinaan generasi muda sejak dini.

"Pembinaan karakter melalui Bimbingan Remaja Usia Sekolah menjadi salah satu ikhtiar strategis Kementerian Agama dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, berintegritas, dan memiliki ketahanan moral. Pencegahan pernikahan dini tidak cukup hanya dengan sosialisasi, tetapi harus diawali dengan penguatan nilai-nilai agama, pendidikan, serta pendampingan yang berkelanjutan," ujar Halimah.

Ia menambahkan, sinergi antara penyuluh agama, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang remaja secara sehat, baik secara spiritual, intelektual, maupun sosial.

Kegiatan berlangsung dengan antusias. Para peserta aktif mengikuti sesi penyampaian materi dan diskusi yang dikemas secara komunikatif. Diharapkan, pembinaan tersebut mampu menjadi bekal bagi para santri baru dalam menjalani proses pendidikan di lingkungan pesantren sekaligus membentuk pribadi yang berakhlakul karimah serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.