Mesuji, MTsN 1 (Humas) — Wakil Kepala MTsN 1 Mesuji Bidang Hubungan Masyarakat, Rohim Sidiq, mengajak murid meneladani nilai-nilai perjuangan santri melalui kesederhanaan, kecerdasan, prestasi, dan akhlak mulia. Pesan tersebut disampaikan saat ia menjadi pembina upacara peringatan Hari Santri Nasional di halaman MTsN 1 Mesuji, Kamis (22/10/2026).
Dalam amanatnya, Rohim terlebih dahulu menyampaikan apresiasi kepada petugas upacara dari Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MTsN 1 Mesuji yang telah menjalankan tugas dengan baik. Ia berterima kasih atas usaha dan penampilan mereka dalam mendukung kelancaran upacara peringatan tersebut.
Rohim juga mengingatkan bahwa Hari Santri merupakan bagian penting dari sejarah bangsa Indonesia. Menurutnya, perjuangan santri turut berperan dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
“Terima kasih kepada seluruh petugas upacara yang telah memberikan dan menunjukkan yang terbaik. Hari Santri merupakan hari bersejarah. Kita harus mengingat bahwa santri turut mengambil bagian dalam perjuangan bangsa untuk meraih kemerdekaan,” demikian pesan Rohim dalam amanatnya.
Ia kemudian menekankan bahwa nilai seorang santri tidak ditentukan oleh penampilan luar atau gaya berpakaian, melainkan oleh ilmu, prestasi, dan akhlaknya. Kesederhanaan, menurutnya, bukan penghalang bagi seseorang untuk memiliki pengetahuan yang luas dan kemampuan yang luar biasa. “Menjadi santri tidak harus bergaya. Penampilan boleh sederhana, tetapi prestasi harus luar biasa. Berdandanlah sewajarnya, tetapi milikilah ilmu yang luas. Kesederhanaan tidak boleh menjadi penghalang untuk menjadi cerdas dan memiliki akhlak yang baik,” pesannya.
Amanat tersebut selaras dengan suasana upacara yang diikuti kepala madrasah, Kaur TU, para wakil kepala madrasah, guru pembina, wali kelas, dewan guru, staf tata usaha, serta murid kelas VII, VIII, dan IX. Seluruh peserta mengenakan pakaian ala santri untuk memperingati Hari Santri Nasional.
Melalui amanat tersebut, Rohim mengajak murid memaknai Hari Santri lebih dalam. Semangat santri diharapkan tidak berhenti pada penampilan saat peringatan, tetapi diwujudkan melalui kesungguhan dalam menuntut ilmu, upaya meraih prestasi, kesederhanaan dalam bersikap, serta perilaku yang mencerminkan akhlak mulia. (AWidadty)