Tanggamus, MTsN 1 (Humas) – MTs Negeri 1 Tanggamus melaksanakan rapat koordinasi pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi forum koordinasi untuk menyampaikan berbagai agenda madrasah sekaligus menyamakan langkah dalam pelaksanaan program pembelajaran di tengah perkembangan teknologi pendidikan.
Rapat koordinasi dibuka oleh Plt. Kepala Urusan Tata Usaha (Kaur TU) MTsN 1 Tanggamus, Arif Hartanto, S.Pd. Dalam arahannya, ia mengingatkan seluruh guru agar senantiasa meningkatkan kompetensi dan mengikuti perkembangan zaman, khususnya dalam dunia pendidikan yang terus mengalami perubahan.
“Guru madrasah harus terus belajar. Jangan sampai kita ketinggalan zaman. Perkembangan teknologi dan pendidikan harus kita ikuti agar dapat memberikan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik,” ujar Arif Hartanto.
Menurutnya, kemampuan guru untuk terus belajar dan beradaptasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di madrasah. Perubahan zaman perlu direspons dengan kesiapan, keterbukaan terhadap teknologi, serta kemauan untuk mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan.
Selanjutnya, Waka Kurikulum MTsN 1 Tanggamus, Komalasari, S.Pd., menyampaikan sejumlah hal terkait persiapan Sumatif Tengah Semester (STS) yang akan dilaksanakan pada pertengahan Oktober 2026. Persiapan tersebut mencakup penyusunan soal, teknis pelaksanaan, serta kesiapan guru dalam menggunakan media digital.
Dalam pelaksanaannya, STS direncanakan menggunakan aplikasi Quizizz sebagai salah satu sarana evaluasi pembelajaran. Pemanfaatan aplikasi tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman asesmen yang lebih menarik sekaligus mendorong guru untuk memanfaatkan teknologi dalam proses evaluasi hasil belajar.
Komalasari juga mengingatkan guru agar menyusun soal dengan tingkat kesulitan yang bervariasi, mulai dari soal yang mudah hingga soal yang lebih menantang. Variasi tersebut diperlukan agar instrumen penilaian dapat mengukur kemampuan peserta didik secara lebih beragam dan memberikan gambaran terhadap tingkat pemahaman mereka.
“Dalam penyusunan soal, jangan semuanya berada pada tingkat kesulitan yang sama. Buatlah soal yang bervariasi, mulai dari yang mudah, sedang, hingga sulit, sehingga kemampuan peserta didik dapat terukur dengan lebih baik,” jelas Komalasari.
Selain membahas persiapan STS, rapat juga membahas Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan pada Kementerian Agama. Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Sekjen Kementerian Agama Nomor 19 Tahun 2026 yang ditetapkan pada 31 Agustus 2026.
Pembahasan mengenai penggunaan gawai menjadi penting seiring dengan semakin luasnya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Dalam kebijakan tersebut, penggunaan gawai di lingkungan satuan pendidikan diarahkan agar tetap terkontrol dan digunakan sesuai kebutuhan pembelajaran. Murid dapat menggunakan gawai atas instruksi langsung guru untuk kegiatan pembelajaran, sementara penggunaan di luar kepentingan tersebut dibatasi.

Sementara itu, Waka Kesiswaan MTsN 1 Tanggamus, Nurhasanah, S.Ag., menyampaikan informasi terkait program madrasah menuju ramah anak. MTsN 1 Tanggamus merupakan salah satu madrasah yang ditunjuk untuk menuju madrasah ramah anak.
Nurhasanah menjelaskan bahwa untuk mewujudkan madrasah ramah anak, terdapat sejumlah tahapan yang harus dilalui. Program tersebut membutuhkan komitmen dan keterlibatan seluruh warga madrasah, baik guru, tenaga kependidikan maupun peserta didik.
“Untuk menjadi madrasah ramah anak tentu ada tahapan-tahapan yang harus kita lalui. Karena itu, kami mohon kerja sama seluruh dewan guru agar program ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Nurhasanah.
Ia menambahkan, terciptanya lingkungan madrasah yang ramah anak bukan hanya berkaitan dengan sarana dan program, tetapi juga bagaimana seluruh warga madrasah mampu menciptakan suasana yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.
Rapat koordinasi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan program madrasah. Melalui rapat ini, diharapkan terbangun koordinasi yang semakin solid serta kesamaan pemahaman dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Melalui rapat koordinasi ini, MTsN 1 Tanggamus berupaya memastikan kesiapan seluruh unsur madrasah dalam menghadapi agenda pembelajaran dan evaluasi pada bulan Oktober. Di sisi lain, pemanfaatan teknologi tetap diarahkan secara bijak agar mendukung proses pendidikan tanpa mengurangi konsentrasi, interaksi sosial, dan pembentukan karakter peserta didik. (Msd)