Jl. Cut Mutia No.27, Gulak Galik, Kec. Tlk. Betung Utara kanwillampung@kemenag.go.id

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Madrasah

Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta: Pengawas Madrasah Perkenalkan Pendekatan Humanis di MAN 2 Lampung Utara

Selasa, 12 Agustus 2025 MAN 2 Lampung Utara
Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta: Pengawas Madrasah Perkenalkan Pendekatan Humanis di MAN 2 Lampung Utara
MAN 2 Lampung Utara
MAN 2 Lampung Utara

Lampung Utara, 12 Agustus 2025 – Pengawas Madrasah Kabupaten Lampung Utara, Bpk. Yulianto, S.Pd.I, M.Pd.I, memimpin sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta di MAN 2 Lampung Utara. Kegiatan yang digelar di Ruang Guru pada Selasa (12/8) ini dihadiri oleh Kepala Madrasah, Supriyono, beserta segenap dewan guru, menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai kasih sayang dan empati dalam proses pembelajaran. 

Kurikulum Humanis untuk Generasi Berkarakter 

Dalam pemaparannya, Yulianto menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta dirancang untuk menyeimbangkan aspek kognitif dan afektif peserta didik. "Pendidikan tidak hanya tentang mengejar nilai akademik, tetapi juga membangun karakter yang berempati dan respek terhadap sesama," ujarnya. 

Ia mencontohkan praktik pembelajaran yang mengedepankan dialog, refleksi nilai-nilai kemanusiaan, serta kolaborasi antarsiswa. "Guru berperan sebagai fasilitator cinta, menciptakan ruang aman bagi siswa untuk tumbuh secara holistik," tambah Yulianto. 

Dukungan Kepala Madrasah 

Kepala MAN 2 Lampung Utara, Supriyono, menyambut positif inisiatif ini. "Kami siap mengimplementasikan kurikulum ini dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk orang tua siswa," tegasnya. Menurutnya, pendekatan ini sejalan dengan visi madrasah yang berkomitmen mencetak lulusan berilmu dan berakhlak mulia. 

Langkah Implementasi 

Workshop dilanjutkan dengan diskusi kelompok untuk merumuskan strategi penerapan, seperti: 

1. Pelatihan Guru: Modul penguatan psikologis dan metode pengajaran berbasis kisah inspiratif. 

2. Evaluasi Holistik: Penilaian tidak hanya mencakup akademik, tetapi juga kontribusi sosial siswa. 

3. Keterlibatan Orang Tua: Program parenting untuk menyelaraskan nilai di sekolah dan rumah. 

Antusiasme Guru 

Beberapa guru mengaku termotivasi dengan konsep ini. "Selama ini kami fokus pada target kurikulum nasional. Kini, ada ruang untuk lebih memahami kebutuhan emosional siswa," ujar salah seorang peserta. 

Acara ditutup dengan komitmen bersama untuk menyusun rencana aksi, termasuk pilot project di kelas X. Sosialisasi serupa akan digelar di madrasah lainnya secara bertahap. (Humas/mela basyar)