Mesuji, MTsN 1 (Humas) — Guru Bimbingan dan Konseling (BK) MTsN 1 Mesuji, Egya, memberikan pembinaan kepada murid yang datang terlambat pada Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk menanamkan kedisiplinan sekaligus mengingatkan murid agar mematuhi waktu kedatangan yang telah ditetapkan madrasah. MTsN 1 Mesuji membiasakan murid hadir sebelum pukul 07.15 WIB. Ketentuan tersebut berkaitan dengan kegiatan pembiasaan pagi, yakni salat duha dan tilawah Al-Qur’an bersama. Namun, masih terdapat murid yang datang setelah waktu tersebut sehingga perlu mendapatkan pembinaan.
Dalam pembinaan itu, Egya mengingatkan murid tentang pentingnya disiplin waktu dan tanggung jawab dalam mengikuti kegiatan madrasah. Pembinaan tidak hanya bertujuan menegakkan aturan, tetapi juga membantu guru BK mengetahui alasan keterlambatan agar penanganan yang diberikan sesuai dengan kondisi masing-masing murid.
“Pembinaan ini bukan semata-mata untuk menegur murid yang terlambat, tetapi juga untuk mengetahui penyebabnya. Dengan begitu, kami dapat memberikan arahan dan tindak lanjut yang sesuai agar murid lebih disiplin serta tidak mengulangi keterlambatan,” ujar Egya.
Setelah mengikuti pembinaan, murid diarahkan untuk melaksanakan salat duha berjemaah di musala madrasah. Langkah ini sekaligus mengingatkan mereka agar tetap mengikuti pembiasaan keagamaan yang menjadi bagian dari rutinitas pagi di MTsN 1 Mesuji.
Menurut Egya, kedisiplinan perlu dibangun melalui pembiasaan dan pendampingan yang berkelanjutan. Dengan mengetahui penyebab keterlambatan, guru BK dapat memberikan umpan balik yang tepat, baik berupa nasihat, penguatan tanggung jawab, maupun pendampingan lanjutan sesuai kebutuhan murid.
“Harapannya, murid semakin memahami pentingnya datang tepat waktu. Disiplin bukan hanya tentang menaati tata tertib, melainkan juga membentuk tanggung jawab dan kebiasaan baik yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Pembinaan murid yang datang terlambat menjadi salah satu upaya MTsN 1 Mesuji dalam memperkuat pendidikan karakter. Melalui pendekatan yang mengedepankan arahan dan pemahaman terhadap kondisi murid, madrasah berharap tumbuh kesadaran untuk hadir tepat waktu, mengikuti kegiatan pagi, serta menjalankan tata tertib dengan penuh tanggung jawab. (AWidadty)