Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Rakor Bulanan Kemenag Lampura, Totong Sunardi Tekankan Peran Penghulu Dan Penyuluh Di Tengah Masyarakat

Kamis, 04 September 2025 Humas Lampung Utara
Rakor Bulanan Kemenag Lampura, Totong Sunardi Tekankan Peran Penghulu Dan Penyuluh Di Tengah Masyarakat
Humas Lampung Utara
Humas Lampung Utara

Lampung Utara, Kemenag (Humas). Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Utara menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) rutin bulanan bersama para kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT), Kamis (4/9/2025). Rakor kali ini diawali dengan istighosah bersama untuk mendoakan keselamatan bangsa.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kemenag Lampung Utara, Totong Sunardi, Kepala Seksi Bimas Islam, Tarmizi, serta Penyuluh Agama Islam. Dalam arahannya, Totong mengingatkan pentingnya memahami tugas pokok dan fungsi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama bagi penghulu dan penyuluh yang memiliki karakteristik tugas khusus.

“Jika tidak ada pelaksanaan pernikahan yang membutuhkan wali hakim, hadirilah undangan Kemenag. Kita ini adalah garda terdepan Kementerian Agama yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” ujar Totong.

Ia menegaskan, pesan Menteri Agama dalam pertemuan daring (zoom meeting) juga mengingatkan hal yang sama, bahwa ASN, penghulu, dan penyuluh harus mampu menjadi teladan serta penyejuk di tengah masyarakat.

“Negara kita sedang dalam kondisi yang penuh tantangan. Karena itu, kita tadi melaksanakan istighosah demi keselamatan bangsa dari perpecahan. ASN Kemenag, khususnya penghulu dan penyuluh, harus memberikan pencerahan, bukan malah menjadi sumber masalah, menyebar berita hoaks, menjelekkan pemerintah, atau menghasut masyarakat. Justru kita harus memadamkan api bara,” kata Totong.

Ia menyinggung dinamika unjuk rasa yang sempat terjadi di Lampung Utara sebagai pengingat perlunya peran ASN dalam mengayomi masyarakat. Totong berpesan agar pencerahan dilakukan melalui pengajian, majelis taklim, maupun khutbah Jumat.

“Sampaikan hal-hal positif tentang pemerintah kepada masyarakat. Dengan begitu, masyarakat tidak mudah terhasut, tidak mudah emosi, dan tidak terprovokasi hal-hal yang tidak diinginkan,” Pungkasnya.

Rakor berlangsung interaktif dengan sesi diskusi antara para Kepala KUA, Penyuluh dan jajaran Bimas Islam. Berbagai masukan, pengalaman, serta permasalahan di lapangan turut dibahas untuk mencari solusi bersama . (Dw/Ad/Ls/Mela Basyar)