Jalan Indra Bangsawan No. 6 Kalianda 35513 Kemenaglamselhumas@gmail.com

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Darma Wanita Persatuan

DWP Kemenag Lamsel Ikuti Seminar Inklusi, Dorong Madrasah Ramah Anak

Selasa, 13 Oktober 2026 • Humas Lampung Selatan •Editor: Antonius Jemi
DWP Kemenag Lamsel Ikuti Seminar Inklusi, Dorong Madrasah Ramah Anak
Humas Lampung Selatan
Humas Lampung Selatan
Foto: Izul Fikri

Lampung Selatan, Kemenag (Humas) - Setiap anak berhak memperoleh pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari diskriminasi. Semangat tersebut menjadi salah satu pesan dalam Seminar DWP Peduli Inklusi yang diikuti Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan di Aula Kemenag Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (13/10/2026).

Seminar yang diselenggarakan DWP Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung itu mengangkat tema “Peran Bunda Inklusi dalam Mewujudkan Madrasah yang Inklusif, Ramah Anak dan Antibullying”. Kegiatan ini diikuti Ketua DWP Kemenag Lampung Selatan Titin Suhartati bersama anggota.

Ketua DWP Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Siti Aisyah Zulkarnain, dalam sambutannya menekankan pentingnya mewujudkan inklusi melalui tindakan nyata, termasuk memberikan kesempatan yang setara bagi setiap anak untuk belajar dan berkembang.

“Inklusi berarti membuka pintu, merangkul keberagaman, dan menghadirkan layanan yang ramah bagi semua,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutannya.

Seminar tersebut membahas kebijakan pendidikan inklusif, peran keluarga dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus, serta kolaborasi untuk mencegah perundungan di lingkungan pendidikan.

Bagi madrasah, pendidikan inklusif tidak hanya berkaitan dengan akses belajar, tetapi juga bagaimana menciptakan lingkungan yang menghargai perbedaan dan mendukung kebutuhan setiap peserta didik. Guru, keluarga, dan masyarakat memiliki peran dalam memastikan anak dapat belajar tanpa takut mengalami diskriminasi maupun perundungan.

Ketua DWP Kemenag Lampung Selatan Titin Suhartati bersama anggota mengikuti kegiatan tersebut sebagai upaya memperluas pemahaman mengenai pendidikan inklusif. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam keluarga sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang ramah anak.

Melalui penguatan peran keluarga dan madrasah, setiap anak diharapkan memperoleh kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi, membangun kepercayaan diri, dan meraih masa depan yang lebih baik. (Puji)