Lampung Selatan, Kemenag (Humas) - Pengawas madrasah Kabupaten Lampung Selatan memperkuat kapasitas supervisi pendidikan melalui pemanfaatan teknologi digital, Kamis (13/8/2026). Sebanyak 17 pengawas madrasah tingkat dasar dan menengah mengikuti Bimbingan Teknis Madrasah Digital Supervision (MAGIS) sebagai upaya meningkatkan kualitas pengawasan dan tata kelola madrasah.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Siger MAN 1 Lampung Tengah tersebut diikuti pengawas madrasah dari 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. Kegiatan ini dihadiri Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Heri Setiawan. Dalam sambutannya, Heri menyampaikan bahwa MAGIS merupakan program Kementerian Agama untuk memudahkan administrasi madrasah sekaligus memastikan tata kelola pendidikan berjalan lebih baik dan terprogram.
Menurutnya, pemanfaatan sistem digital menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan madrasah agar lebih tertib, efektif, dan mendukung peningkatan mutu pendidikan. MAGIS merupakan aplikasi resmi Kementerian Agama Republik Indonesia yang digunakan untuk mendukung proses pengawasan, penilaian, dan refleksi pembelajaran madrasah secara digital. Platform ini telah terintegrasi dengan EMIS sehingga dapat membantu pengawas, kepala madrasah, dan guru dalam mengelola administrasi serta memberikan umpan balik secara lebih cepat.
Melalui penerapan MAGIS, proses supervisi diharapkan dapat berjalan lebih efektif dengan mengurangi ketergantungan pada administrasi manual. Sistem ini juga menjadi sarana kolaborasi antara pengawas, kepala madrasah, dan guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Selain penguatan digitalisasi supervisi, kegiatan tersebut juga memperkuat pemahaman pengawas madrasah terhadap penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Penguatan teknologi dan nilai pembelajaran berbasis karakter diharapkan dapat berjalan beriringan dalam menciptakan madrasah yang berkualitas.
Ketua Pokjawas Kemenag Lampung Selatan Miftahul Jannah yang mengikuti kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Bimtek MAGIS memberikan penguatan bagi pengawas dalam menjalankan tugas supervisi secara lebih profesional dan sistematis.
“Melalui sinergi Bimtek MAGIS dan penguatan Kurikulum Berbasis Cinta, pengawas madrasah berkomitmen mengawal mutu satuan pendidikan secara profesional dan humanis. Teknologi digital melalui MAGIS memastikan ketepatan tata kelola dan supervisi, sementara Kurikulum Berbasis Cinta menjiwai setiap proses pembelajaran agar melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan empati sosial yang kuat,” ujar Miftahul Jannah.
Kegiatan Bimtek MAGIS ditutup secara resmi oleh Ketua Pokjawas Provinsi Lampung, Rohman. Melalui kegiatan ini, pengawas madrasah Lampung Selatan bersama pengawas madrasah se-Provinsi Lampung berkomitmen memperkuat pengawasan pendidikan yang adaptif terhadap teknologi, profesional, dan berorientasi pada peningkatan mutu madrasah. (Puji)