Lampung Tengah, Kemenag (Humas) — Perayaan Purnama Kapat menjadi momentum penguatan nilai-nilai keagamaan bagi umat Hindu di Kampung Tirta Yoga, Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah. Sekitar 500 umat mengikuti Pujawali Pura Puseh yang berlangsung pada Sabtu (26/9/2026). Selain menjadi wujud persembahan dan rasa bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, kegiatan tersebut juga menjadi ruang refleksi untuk memperkuat pengamalan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.
Pujawali yang melibatkan umat Hindu setempat dari sekitar 200 kepala keluarga itu berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Rangkaian kegiatan keagamaan diakhiri dengan persembahyangan bersama sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus permohonan keselamatan dan keharmonisan bagi seluruh umat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah, I Ketut Ginada, bersama Prajuru Adat Kampung Tirta Yoga. Dalam dharma wacana yang disampaikannya, Ginada mengajak umat memaknai Purnama Kapat dan Pujawali Pura Puseh sebagai kesempatan untuk melakukan mulat sarira atau introspeksi diri.
"Pujawali jangan hanya dimaknai sebagai pelaksanaan ritual keagamaan. Momentum ini hendaknya menjadi kesempatan bagi kita untuk melakukan mulat sarira, melihat kembali diri kita, sejauh mana ajaran agama yang kita laksanakan dalam ritual sudah mampu kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Ginada.
Ia menekankan bahwa kualitas kehidupan beragama tidak hanya tercermin dari pelaksanaan upacara keagamaan, tetapi juga dari sejauh mana nilai-nilai Dharma diwujudkan dalam sikap dan tindakan. Menurutnya, pelaksanaan ritual perlu berjalan seiring dengan pembentukan karakter, kepedulian sosial, serta tanggung jawab terhadap lingkungan.
Nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan melalui upaya menjaga keharmonisan keluarga, membangun hubungan yang dilandasi kasih sayang dan saling menghormati, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Dengan demikian, ajaran agama tidak berhenti pada kegiatan persembahyangan, tetapi menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Sementara itu, Ketua Adat Kampung Tirta Yoga, Komang Rudi, menyampaikan bahwa pelaksanaan pujawali memiliki arti penting dalam menjaga tradisi keagamaan sekaligus memperkuat ikatan sosial masyarakat Hindu setempat.
"Pujawali ini menjadi momentum bagi kita semua untuk meningkatkan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus mempererat kebersamaan umat. Kami berharap semangat kebersamaan dan gotong royong ini terus terjaga serta dapat diwariskan kepada generasi penerus," ungkapnya.
Keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan pujawali juga mencerminkan kuatnya semangat gotong royong dalam menjaga keberlangsungan tradisi keagamaan. Kebersamaan tersebut diharapkan dapat terus dipelihara, terutama dalam menanamkan nilai-nilai spiritual dan sosial kepada generasi muda Hindu.
Melalui pendampingan dan pembinaan keagamaan, Penyuluh Agama Hindu Kemenag Lampung Tengah terus mendorong penguatan pemahaman serta pengamalan ajaran agama di tengah masyarakat. Pujawali Pura Puseh di Tirta Yoga menjadi salah satu kesempatan untuk mempertemukan pelaksanaan tradisi keagamaan dengan pembinaan umat yang berorientasi pada pembentukan karakter dan keharmonisan sosial.
Perayaan Purnama Kapat kali ini sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelaksanaan ritual dan pengamalan Dharma. Nilai-nilai yang ditanamkan melalui pujawali diharapkan terus tercermin dalam kehidupan keluarga dan masyarakat, serta menjadi bagian dari warisan keagamaan bagi generasi Hindu berikutnya.
Humas Lampung Tengah