Lampung Tengah, Kemenag (Humas) — Penguatan kualitas Pendidikan Agama Hindu membutuhkan koordinasi yang berkelanjutan antara pemerintah, tenaga pendidik, dan organisasi profesi guru. Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah bersama Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Hindu Kabupaten Lampung Tengah di Gedung Pramuka, Seputih Raman, Jumat (11/9/2026).
Rakor yang dipimpin Penyelenggara Hindu Kemenag Lampung Tengah, Dewa Gede Raka Ananta, S.Ag., M.Pd.H., menjadi forum untuk memperkuat komunikasi sekaligus menyatukan langkah dalam penyelenggaraan Pendidikan Agama Hindu di Lampung Tengah.
Sejumlah hal dibahas dalam pertemuan tersebut, mulai dari kebutuhan dan tantangan yang dihadapi guru, pelaksanaan program kerja KKG dan MGMP, hingga rencana kegiatan yang dapat mendukung peningkatan kompetensi dan profesionalisme pendidik.
Koordinasi tersebut dinilai penting agar program yang disusun tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap proses pembelajaran dan perkembangan peserta didik. Guru Pendidikan Agama Hindu diharapkan mampu terus menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan siswa serta dinamika perkembangan pendidikan.
Dewa Gede Raka Ananta menekankan pentingnya membangun sinergi antara Penyelenggara Hindu, KKG, dan MGMP sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan mutu pendidikan.
Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di ruang kelas. Dukungan kelembagaan, komunikasi yang efektif, peningkatan kapasitas guru, serta koordinasi antarunsur pendidikan juga menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas.
“KKG dan MGMP memiliki peran penting dalam menjadi ruang bagi guru untuk berkoordinasi, berbagi pengalaman, serta mengembangkan kompetensi. Karena itu, sinergi dengan Penyelenggara Hindu perlu terus diperkuat agar setiap program yang dilaksanakan dapat mendukung kebutuhan guru dan peserta didik,” ujarnya.
Melalui Rakor tersebut, KKG dan MGMP Pendidikan Agama Hindu Kabupaten Lampung Tengah diharapkan semakin solid dalam menjalankan program kerja serta mampu menjadi wadah pengembangan profesionalisme guru.
Penguatan kompetensi pendidik pada akhirnya diharapkan berkontribusi terhadap lahirnya proses pembelajaran Pendidikan Agama Hindu yang semakin berkualitas, relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya memahami ajaran agama, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan koordinasi yang terbangun secara konsisten, Penyelenggara Hindu bersama KKG dan MGMP berkomitmen menjadikan peningkatan mutu guru dan pembelajaran sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan pendidikan keagamaan yang semakin baik bagi masyarakat Lampung Tengah.
Humas Lampung Tengah