Jl. H. Muchtar No. 1, Komering Agung, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung 34161 kemenaglamteng@gmail.com

Cari berita, artikel, informasi, atau layanan

Daerah

Menggali Filosofi Penjor dan Yadnya, Penyuluh Hindu Berikan Pembinaan di Rama Nirwana

Minggu, 27 September 2026 • Humas Lampung Tengah •Editor: Aziz
Menggali Filosofi Penjor dan Yadnya, Penyuluh Hindu Berikan Pembinaan di Rama Nirwana
Humas Lampung Tengah
Humas Lampung Tengah
Foto: Humas Lampung Tengah

Lampung Tengah, Kemenag (Humas) — Pemahaman terhadap makna dan filosofi sarana upacara keagamaan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan spiritual umat Hindu. Hal tersebut menjadi fokus pembinaan yang disampaikan Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Tengah, Eka Wulandari, S.Pd., saat memberikan ceramah agama di Pura Dalem, Kampung Rama Nirwana, Sabtu (26/9/2026).

Dalam ceramah bertema Penjor dan Yadnya dalam Agama Hindu tersebut, Eka mengupas makna filosofis penjor sebagai salah satu sarana upacara keagamaan Hindu serta keterkaitannya dengan pelaksanaan yadnya sebagai wujud persembahan suci yang dilandasi ketulusan dan keikhlasan.

Penjor bukan sekadar hiasan dalam pelaksanaan upacara keagamaan, melainkan memiliki nilai simbolis yang berkaitan dengan ungkapan rasa syukur, penghormatan terhadap alam semesta, serta bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Melalui pembinaan tersebut, umat diajak untuk memahami bahwa penggunaan sarana upacara hendaknya disertai pengetahuan mengenai makna dan nilai spiritual yang terkandung di dalamnya. Pemahaman ini penting agar pelaksanaan tradisi keagamaan tidak hanya menjadi kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi juga dilandasi kesadaran dan penghayatan terhadap ajaran agama.

Selain membahas penjor, Eka memberikan pemahaman mengenai konsep yadnya dalam ajaran Hindu. Yadnya merupakan persembahan suci yang dilaksanakan dengan penuh keikhlasan sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan, sesama manusia, dan seluruh ciptaan-Nya.

Nilai-nilai yadnya juga dapat diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti membantu sesama, menjaga keharmonisan keluarga, melestarikan lingkungan, serta melaksanakan kewajiban dengan penuh tanggung jawab.

Pembinaan keagamaan di Pura Dalem Kampung Rama Nirwana ini menjadi bagian dari upaya Penyuluh Agama Hindu Kemenag Lampung Tengah dalam meningkatkan literasi keagamaan masyarakat sekaligus memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam tradisi Hindu.

Melalui pemahaman yang lebih mendalam mengenai penjor dan yadnya, umat diharapkan mampu melaksanakan kegiatan keagamaan dengan kesadaran spiritual yang lebih kuat. Dengan demikian, tradisi yang terus dilestarikan tidak hanya menjadi warisan budaya dan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter serta penguatan sradha dan bhakti dalam kehidupan bermasyarakat.